telkomsel halo

Buyback jadi indikator baru keberhasilan Securities Crowdfunding

07:07:00 | 09 Jul 2026
Buyback jadi indikator baru keberhasilan Securities Crowdfunding
JAKARTA (IndoTelko) - Keberhasilan platform securities crowdfunding (SCF) kini tidak lagi hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun atau banyaknya perusahaan yang memperoleh pendanaan. Seiring semakin matangnya industri, kemampuan penerbit memberikan jalan keluar (exit) bagi investor melalui mekanisme buyback mulai menjadi indikator utama dalam menilai kualitas sebuah platform.

Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX), yang sebelumnya dikenal sebagai LandX, menilai perubahan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selama dua tahun terakhir, perusahaan lebih memprioritaskan penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kualitas kurasi penerbit sebelum kembali mempercepat ekspansi bisnis.

Hingga pertengahan 2026, ICX mencatat realisasi buyback senilai lebih dari Rp71 miliar yang telah dilakukan oleh 16 perusahaan penerbit kepada 7.924 investor. Mekanisme tersebut dinilai menjadi bukti bahwa proses exit investasi dapat berjalan secara transparan sekaligus memberikan kepastian bagi para pemodal.

Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange, Romario Sumargo, menjelaskan bahwa perlambatan aktivitas perusahaan pada periode 2023 hingga 2026 merupakan bagian dari strategi penyesuaian untuk memperkuat fondasi bisnis di tengah meningkatnya tuntutan kepatuhan regulator.

Menurutnya, selama periode tersebut ICX hanya melisting satu penerbit baru karena perusahaan memilih fokus pada penguatan integritas dan mitigasi risiko sebelum kembali melakukan ekspansi.

“Dalam fase penguatan kepatuhan industri, langkah mitigasi yang kami lakukan sejak awal kini menjadi modal penting untuk kembali berakselerasi,” ujar Romario.

Dari total 46 penerbit yang pernah memperoleh pendanaan melalui ICX, sebanyak 16 perusahaan telah berhasil menuntaskan komitmen buyback maupun proses exit investasi. Sektor makanan dan minuman (F&B) serta properti menjadi kontributor terbesar dalam realisasi tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan buyback didorong oleh sejumlah faktor, antara lain pengelolaan modal yang lebih efisien setelah pendanaan, arus kas yang sehat, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Secara keseluruhan, ICX telah memfasilitasi penghimpunan dana sebesar Rp233 miliar dari sekitar 23 ribu investor untuk mendukung pendanaan 46 perusahaan penerbit.

Salah satu perusahaan yang telah merealisasikan buyback adalah Fitness Plus dengan nilai mencapai Rp9,1 miliar untuk tiga proyek investasi.

Manajemen Fitness Plus menyebut pendanaan melalui skema SCF menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan, sementara pelaksanaan buyback merupakan bentuk apresiasi kepada para investor yang telah memberikan kepercayaan sejak awal.

Selain itu, PT NMW Pratama Unggul yang mengelola NMW Aesthetic Clinic & Dermatology juga berhasil merealisasikan buyback senilai Rp10 miliar.

Di sisi lain, ICX juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam pengelolaan risiko investasi. Perusahaan mengungkapkan terdapat empat penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan kesulitan usaha.

Sesuai ketentuan regulator, satu penerbit telah berstatus delisting, sedangkan tiga lainnya masih menjalani proses penghapusan pencatatan disertai upaya penyelesaian hak-hak investor secara maksimal.

Romario menilai ke depan industri securities crowdfunding akan semakin matang seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap risiko investasi. Dalam kondisi tersebut, mekanisme exit yang jelas melalui buyback diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam membangun kredibilitas platform.

GCG BUMN
“Keberhasilan sebuah platform tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan penerbit untuk bertumbuh, menciptakan nilai, serta menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang,” tutupnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories