telkomsel halo

Alibaba genjot AI lewat Model Baru dan Ekspansi Cloud

05:57:00 | 08 Jul 2026
Alibaba genjot AI lewat Model Baru dan Ekspansi Cloud
JAKARTA (IndoTelko) - Alibaba memperkuat strategi pengembangan kecerdasan buatan (AI) pada paruh kedua 2026 melalui penyelarasan organisasi, peningkatan model AI, serta ekspansi infrastruktur cloud global. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung adopsi AI dalam skala yang lebih luas di kalangan perusahaan dan berbagai sektor industri.

Perusahaan menyebut semakin banyak organisasi yang mulai beralih dari tahap uji coba menuju implementasi AI secara menyeluruh. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Alibaba Cloud kini mengoperasikan 105 availability zone yang tersebar di 32 wilayah di dunia sebagai fondasi layanan cloud dan AI.

Alibaba juga mengandalkan ekosistem AI yang mencakup pengembangan chip, infrastruktur komputasi, model bahasa besar (large language model), hingga aplikasi berbasis AI sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Pada awal 2026, Alibaba membentuk Alibaba Token Hub (ATH) yang dipimpin Chief Executive Officer Eddie Wu. Unit baru tersebut mengintegrasikan berbagai lini bisnis AI, termasuk Tongyi Laboratory, Qwen Business Unit, Wukong Business Unit, layanan Model-as-a-Service (MaaS), serta AI Innovation Business Unit untuk mempercepat pengembangan dan implementasi teknologi AI di seluruh ekosistem Alibaba.

Di sisi teknologi, Alibaba memperkenalkan sejumlah model AI baru sepanjang semester pertama 2026. Salah satunya adalah Qwen3.7-Max, model bahasa besar yang dirancang untuk mendukung kemampuan agentic coding, penalaran kompleks, serta penyelesaian tugas jangka panjang. Berdasarkan evaluasi Artificial Analysis, model tersebut diklaim memiliki performa yang mampu bersaing dengan model AI global.

Alibaba juga meluncurkan HappyHorse 1.1, model AI generatif video yang menawarkan peningkatan kualitas visual, konsistensi gerakan, dan realisme gambar. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan produksi konten digital, periklanan, hingga industri gim.

Sementara itu, HappyOyster 1.0 diperkenalkan sebagai interactive world model yang mampu menghadirkan pengalaman visual interaktif dengan kontrol yang lebih luas dan alur cerita yang dapat diputar ulang, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan film interaktif maupun gim.

Pada segmen aplikasi konsumen, Alibaba memperbarui Qwen App dengan mengintegrasikan berbagai layanan milik perusahaan, seperti Taobao, Alipay, Fliggy, dan Amap ke dalam satu antarmuka berbasis percakapan. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Qwen Glasses, perangkat pintar berbasis AI yang mendukung penerjemahan waktu nyata, identifikasi visual, transkripsi, hingga pembayaran digital.

Alibaba turut memperkenalkan Wukong Platform, sebuah platform AI berbasis agen (agentic AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengotomatisasi proses bisnis dan menjalankan alur kerja yang kompleks.

Di sisi infrastruktur, Alibaba memperluas jaringan pusat data melalui pembukaan fasilitas baru di Jepang, Malaysia, Prancis, dan Meksiko. Ekspansi tersebut merupakan bagian dari investasi infrastruktur AI senilai US$53 miliar yang difokuskan untuk memperkuat layanan cloud global dengan tetap memperhatikan aspek keamanan data, privasi, serta kepatuhan terhadap regulasi di masing-masing negara.

Implementasi AI juga diperluas ke sektor kesehatan dan pertanian. Melalui DAMO Academy, Alibaba mengembangkan perangkat skrining berbasis AI untuk deteksi dini penyakit hati berlemak dan kanker usus besar. Sementara di sektor agrikultur, Alibaba Cloud bekerja sama dengan Muyuan Group mengembangkan model AI untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan peternakan, mulai dari formulasi pakan hingga pengelolaan operasional.

GCG BUMN
Alibaba menilai berbagai pengembangan tersebut menjadi fondasi untuk mempercepat pemanfaatan AI di berbagai industri sekaligus memperluas jangkauan bisnis global pada paruh kedua 2026. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories