JAKARTA (IndoTelko) - Nutanix merilis hasil survei Enterprise Cloud Index (ECI) 2026 untuk sektor kesehatan yang menunjukkan adopsi kecerdasan artifisial (AI) di industri tersebut terus meningkat. Namun, laju implementasi AI belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur teknologi informasi, sehingga memunculkan tantangan baru, termasuk meningkatnya penggunaan shadow AI.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa dorongan penerapan AI kini datang langsung dari tingkat manajemen puncak. Di sisi lain, banyak organisasi kesehatan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur untuk menjalankan beban kerja AI yang aman, memenuhi regulasi, serta mampu mendukung layanan kesehatan secara langsung di titik pelayanan pasien (point of care).
Chief Technology Officer dan VP Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengatakan organisasi kesehatan di kawasan Asia Pasifik dan Jepang menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memanfaatkan AI. Namun kesiapan infrastruktur belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan sistem, akses terhadap data, hingga kesinambungan layanan kepada pasien.
Menurutnya, organisasi kesehatan perlu mengadopsi strategi hybrid yang mampu menyeimbangkan kepatuhan terhadap regulasi kedaulatan data dengan kebutuhan menghadirkan analitik berbasis AI secara real-time dan berlatensi rendah.
Hasil survei menunjukkan 79 persen organisasi kesehatan menemukan penggunaan aplikasi maupun agen AI yang dilakukan karyawan di luar pengawasan tim TI. Sebanyak 83 persen responden menilai praktik shadow AI tersebut meningkatkan risiko bagi organisasi. Persentase yang sama juga menyebut silo antara unit bisnis dan divisi TI menjadi hambatan dalam implementasi teknologi, termasuk AI.
Dari sisi kesiapan infrastruktur, 88 persen pemimpin TI mengaku sistem yang dimiliki saat ini belum siap mendukung implementasi AI secara lokal (on-premises). Padahal, pemrosesan AI di titik layanan pasien semakin dibutuhkan untuk mengurangi latensi dalam pengambilan keputusan klinis.
Nutanix mencatat satu ruang perawatan pasien dapat menghasilkan hingga 7 TB data setiap tahun, sementara ruang perawatan intensif (ICU) dapat mengoperasikan 15 hingga 20 perangkat yang saling terhubung. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan pemrosesan AI secara lokal agar layanan klinis tetap berjalan optimal.
Laporan juga menunjukkan AI mendorong percepatan adopsi teknologi kontainer. Sebanyak 86 persenorganisasi menyatakan AI mempercepat implementasi aplikasi berbasis kontainer, sementara 81 persen memperkirakan penggunaan aplikasi tersebut akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Bahkan 80 persen responden telah membangun aplikasi baru menggunakan teknologi kontainer.
Dalam aspek operasional, 58 persen responden meyakini agen AI akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi. Sebanyak 57 persen lainnya memperkirakan teknologi tersebut akan mentransformasi proses bisnis, sedangkan 55 persen melihat peluang AI untuk menciptakan layanan maupun sumber pendapatan baru.
Survei juga memperkirakan penggunaan agentic AI atau agen AI otonom akan terus berkembang dalam tiga tahun ke depan, berdampingan dengan AI generatif dan analitik prediktif berbasis machine learning.
Di sisi tata kelola data, 72 persen organisasi kesehatan menempatkan kedaulatan data sebagai prioritas utama dalam penyusunan strategi infrastruktur TI. Saat ini, 54 persen organisasi telah mengoperasikan aplikasi berbasis kontainer di lingkungan on-premises atau private cloud, dan persentase yang sama menyatakan infrastruktur harus berada di dalam wilayah negaranya untuk memenuhi persyaratan regulasi maupun kebutuhan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, adopsi AI diperkirakan terus meningkat. Sebanyak 55 persen organisasi memperkirakan akan mengoperasikan lebih dari lima aplikasi AI dalam tiga tahun mendatang, termasuk 12 persen yang menargetkan lebih dari sepuluh aplikasi berbasis AI. Saat ini, 63 persen organisasi masih menjalankan aplikasi AI melalui managed service provider, sementara pendekatan hybrid diperkirakan tetap menjadi model implementasi utama.
Secara keseluruhan, Nutanix menilai sektor kesehatan tengah memasuki fase penting dalam transformasi digital. AI mulai diterapkan di berbagai lingkungan, mulai dari pusat data hingga titik layanan pasien. Namun, agar implementasinya berjalan aman dan optimal, organisasi kesehatan perlu membangun arsitektur TI yang mampu mengintegrasikan lingkungan on-premises, private cloud, dan layanan hybrid, sekaligus memastikan keamanan data, kepatuhan regulasi, serta performa sistem tetap terjaga. (mas)