Primaya lakukan prosedur MitraClip perdana di Indonesia

07:05:00 | 30 Jun 2026
Primaya lakukan prosedur MitraClip perdana di Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Primaya Hospital Kelapa Gading menambah layanan di Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan teknologi MitraClip, prosedur minimal invasif untuk menangani kebocoran katup mitral (mitral regurgitation/MR) pada pasien yang memiliki risiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka.

Penerapan teknologi tersebut ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan prosedur MitraClip pertama di lingkungan Primaya Hospital Group melalui kegiatan Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital.

Kehadiran MitraClip menjadi salah satu alternatif terapi bagi pasien kebocoran katup mitra yang selama ini memiliki pilihan pengobatan terbatas akibat tingginya risiko tindakan bedah konvensional. Kebocoran katup mitral diketahui merupakan salah satu penyebab gagal jantung yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko kematian apabila tidak ditangani secara tepat.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi sekaligus Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan tantangan utama penanganan penyakit tersebut masih terletak pada keterlambatan diagnosis.

Menurutnya, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika fungsi jantung sudah mengalami penurunan. Padahal, gejala seperti mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, atau pembengkakan pada tungkai seharusnya menjadi sinyal untuk segera menjalani pemeriksaan jantung sehingga terapi dapat diberikan lebih dini.

Pada prosedur perdana tersebut, tim dokter menangani pasien berusia 72 tahun yang mengalami kebocoran katup mitral berat disertai riwayat gagal jantung berulang. Dengan kemampuan pompa jantung sekitar 25 persen, pasien dinilai memiliki risiko sangat tinggi apabila menjalani operasi jantung terbuka sehingga dipilih tindakan MitraClip sebagai alternatif terapi.

MitraClip dilakukan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lipat paha tanpa membuka rongga dada. Perangkat berbentuk klip dipasang pada katup mitral untuk mengurangi kebocoran sehingga aliran darah menjadi lebih optimal.

Dibandingkan operasi konvensional, prosedur ini menawarkan tindakan yang lebih minimal invasif, risiko komplikasi lebih rendah, masa rawat inap yang relatif singkat, serta waktu pemulihan yang lebih cepat.

Prof. Yoga menjelaskan teknologi tersebut sangat bermanfaat bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup yang disebabkan gangguan fungsi jantung, bukan kerusakan struktur katup. Kelompok pasien ini sebelumnya memiliki pilihan terapi yang terbatas karena tingginya risiko operasi.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med., CPM., FISQua., mengatakan kehadiran MitraClip menjadi bagian dari penguatan layanan jantung struktural yang dikembangkan rumah sakit.

Menurutnya, layanan tersebut didukung fasilitas laboratorium kateterisasi (cathlab), tim multidisiplin, serta dokter spesialis yang berpengalaman sehingga masyarakat memiliki akses terhadap terapi jantung berteknologi tinggi di dalam negeri.

Pelaksanaan prosedur perdana MitraClip juga melibatkan kolaborasi dengan pakar jantung struktural dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand, sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan pengembangan kompetensi tenaga medis.

Melalui penambahan layanan tersebut, Primaya Hospital Kelapa Gading berharap dapat memperluas pilihan terapi bagi pasien penyakit jantung, khususnya mereka yang membutuhkan tindakan minimal invasif dengan tingkat risiko operasi yang lebih rendah. (mas)

Artikel Terkait