telkomsel halo

Jobstreet ungkap 81 persen pekerja Indonesia nilai gajinya sudah layak

08:18:00 | 25 Jun 2026
Jobstreet ungkap 81 persen pekerja Indonesia nilai gajinya sudah layak
JAKARTA (IndoTelko) - Pekerja Indonesia tercatat sebagai yang paling merasa digaji secara adil di kawasan Asia Pasifik. Temuan ini terungkap dalam laporan terbaru bertajuk Salary Pulse yang dirilis Jobstreet by SEEK berdasarkan survei terhadap 1.010 profesional Indonesia berusia 1864 tahun pada Februari 2026.

Sebanyak 81 persen responden menilai gaji yang mereka terima sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan, tertinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik yang disurvei. Namun, tingkat kepuasan terhadap nominal gaji tercatat lebih rendah, yakni 66 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja tidak hanya ingin menerima kompensasi yang sesuai standar pasar, tetapi juga merasa dihargai atas kontribusinya.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kepuasan terhadap gaji berpengaruh langsung pada motivasi dan loyalitas karyawan. Pekerja yang merasa puas dengan penghasilannya tercatat 1,7 kali lebih termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik, sementara mereka yang tidak puas memiliki kemungkinan 2,2 kali lebih besar untuk mencari pekerjaan baru.

Dalam hal negosiasi gaji, pekerja Indonesia termasuk yang paling percaya diri di Asia Pasifik. Sebanyak 64 persen responden mengaku pernah meminta kenaikan gaji kepada perusahaan, dan 83 persen di antaranya berhasil memperoleh kenaikan tersebut.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan gaji menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan kerja, produktivitas, dan retensi karyawan.

“Kepuasan terhadap gaji perlu menjadi perhatian serius perusahaan. Komunikasi yang terbuka mengenai kompensasi dapat membantu mengelola ekspektasi sekaligus membangun kepuasan finansial yang lebih kuat di lingkungan kerja,” ujarnya.

Dari sisi tren remunerasi, sebanyak 62 persen pekerja Indonesia melaporkan menerima kenaikan gaji dalam setahun terakhir. Mayoritas memperoleh kenaikan hingga 5 persen, sementara 39 persen lainnya menerima kenaikan antara 6 hingga 10 persen.

Menariknya, pekerja yang memperoleh kenaikan gaji berbasis kinerja menunjukkan tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi, mencapai 89 persen, dibandingkan mereka yang hanya menerima penyesuaian gaji secara menyeluruh di tingkat perusahaan yang berada di angka 67 persen.

Survei juga menunjukkan adanya perbedaan persepsi antar generasi. Gen Z tercatat memiliki tingkat kepuasan gaji yang cukup tinggi meski rata-rata pendapatannya lebih rendah. Sebaliknya, Gen X yang umumnya berada pada kelompok berpenghasilan lebih tinggi justru menjadi generasi yang paling rendah tingkat kepuasannya terhadap kompensasi yang diterima.

GCG BUMN
Sebagai strategi mempertahankan karyawan, laporan ini merekomendasikan perusahaan untuk tidak hanya fokus pada gaji pokok, tetapi juga memperkuat manfaat tambahan seperti bonus kinerja, asuransi kesehatan, dan program kesejahteraan karyawan. Transparansi komunikasi serta kejelasan jalur pengembangan karier juga dinilai penting untuk menjaga motivasi dan loyalitas tenaga kerja. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories