telkomsel halo

LINE ungkap kesiapsiagaan bencana di Jepang, Taiwan, Thailand

07:41:00 | 16 Sep 2026
LINE ungkap kesiapsiagaan bencana di Jepang, Taiwan, Thailand
JAKARTA (IndoTelko) - Kekhawatiran terhadap bencana alam ternyata belum sepenuhnya diikuti kesiapan masyarakat untuk menghadapinya. Survei yang dilakukan LY Corporation, perusahaan di balik LINE, menunjukkan mayoritas responden di Jepang, Taiwan, dan Thailand merasa persiapan mereka masih belum memadai.

Survei bertajuk Disaster Preparedness Awareness Survey tersebut melibatkan pengguna LINE di tiga negara yang menjadi pasar utama platform tersebut. Hasilnya menunjukkan jenis bencana yang paling dikhawatirkan berbeda sesuai karakteristik risiko di masing-masing wilayah.

Di Jepang dan Taiwan, gempa bumi menjadi ancaman yang paling dikhawatirkan. Sebanyak 88,8% responden Jepang dan 85,2% responden Taiwan memilih gempa bumi.

Di Jepang, kekhawatiran berikutnya adalah topan sebesar 51% dan hujan lebat atau curah hujan ekstrem 43,8%. Sementara di Taiwan, topan mencapai 61,9% dan kekeringan atau kekurangan air 51,7%.

Thailand menunjukkan pola berbeda. Banjir menjadi kekhawatiran terbesar dengan 76,7%, disusul gempa bumi 70,2% dan kekeringan atau kekurangan air 54,3%.

Kesiapan Masih Jadi Tantangan

Meski ancaman bencana cukup tinggi, sebagian besar responden mengaku belum benar-benar siap. Kelompok yang merasa perlu melakukan persiapan tetapi belum mengambil tindakan mencapai 45,5% di Jepang, 41,9% di Taiwan, dan 30,5% di Thailand.

Sementara itu, mereka yang mengaku sudah melakukan persiapan namun masih merasa belum cukup masing-masing mencapai 42,6% di Jepang, 39% di Taiwan, dan 44,5% di Thailand.

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, berarti 88,1% responden Jepang, 80,9% Taiwan, dan 75% Thailand masih menilai kesiapsiagaan mereka belum memadai.

Thailand mencatat proporsi responden yang merasa sudah sepenuhnya siap paling tinggi, yakni 16%. Angka tersebut lebih besar dibandingkan Taiwan 6% dan Jepang 5,5%.

Perbedaan juga terlihat dalam bentuk persiapan yang dilakukan. Masyarakat Jepang dan Taiwan paling banyak memilih menyimpan air, makanan, serta kebutuhan sehari-hari untuk kondisi darurat, masing-masing 72,8% dan 72,5%.

Di Thailand, aktivitas yang paling banyak dilakukan justru mencari informasi terbaru mengenai bencana alam, dengan 74,4% responden.

Sementara itu, Taiwan menonjol dalam aspek komunikasi keluarga. Sebanyak 61,4% responden mengaku meninjau kembali cara menghubungi dan memastikan keselamatan keluarga maupun orang terdekat.

Informasi Jadi Kunci

Berita mengenai bencana menjadi pemicu utama masyarakat mulai melakukan persiapan. Temuan ini terlihat di ketiga negara, dengan proporsi 53,5% di Jepang, 63% di Taiwan, dan 68,9% di Thailand.

Namun, tingginya ketergantungan terhadap informasi juga dibarengi tantangan berupa informasi palsu atau menyesatkan.

Sebanyak 42,6% responden Jepang, 55% Taiwan, dan 66,7% Thailand mengaku pernah menemukan informasi semacam itu terkait bencana. Informasi mengenai dampak atau kerusakan akibat bencana menjadi jenis informasi menyesatkan yang paling sering ditemui di ketiga negara.

Kondisi tersebut memperkuat pentingnya akses terhadap informasi yang cepat sekaligus dapat dipercaya ketika bencana terjadi.

LY Corporation bersama LINE Taiwan dan LINE Thailand pun menjalankan berbagai inisiatif kesiapsiagaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara.

Di Jepang, LINE mengoperasikan situs khusus dalam rangka Hari Pencegahan Bencana pada 1 September serta menyediakan layanan LINE Safety Check ketika terjadi bencana.

Di Taiwan, fitur LINE Safety Check memungkinkan pengguna membagikan lokasi sekaligus mengonfirmasi kondisi keselamatan dalam situasi darurat.

Sedangkan di Thailand, LINE menjalankan kampanye LIFELINE: Ready Before the Crisis bersama lebih dari 15 organisasi pemerintah dan swasta untuk mendorong masyarakat melakukan persiapan sebelum bencana terjadi.

Peran LINE dalam penanganan bencana juga tidak terlepas dari sejarah platform tersebut. LINE hadir setelah gempa besar Jepang Timur pada 2011, dengan tujuan membantu masyarakat tetap berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat saat jaringan komunikasi konvensional menghadapi gangguan.

Hingga akhir Juni 2026, LINE tercatat memiliki 100 juta MAU di Jepang, setara sekitar 81% populasi negara tersebut. Di Taiwan jumlahnya mencapai 22 juta atau sekitar 95% populasi, sedangkan Thailand mencapai 54 juta pengguna atau sekitar 82% populasi.

GCG BUMN
Dengan basis pengguna yang besar di ketiga negara tersebut, LINE menilai platform komunikasi digital dapat memainkan peran penting, bukan hanya untuk menjaga konektivitas, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh informasi dan melakukan pengecekan keselamatan ketika bencana terjadi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories