JAKARTA (IndoTelko) Indonesia dan Filipina dinilai memiliki fondasi budaya yang kuat untuk memperdalam kerja sama di bidang transformasi digital. Kesamaan nilai gotong royong di Indonesia dan semangat “Bayanihan” di Filipina disebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kedua nilai tersebut mencerminkan semangat kolaborasi yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat di masing-masing negara.
“Filipina memiliki semangat ‘Bayanihan’ yang kuat, yakni semangat persatuan dan kerja sama komunitas yang sejalan dengan budaya gotong royong di Indonesia,” ujarnya dalam peringatan Hari Kemerdekaan Filipina ke-128 di Jakarta Pusat, Minggu (14/6).
Menurut Nezar, hubungan bilateral Indonesia dan Filipina semakin relevan di tengah percepatan transformasi digital yang berlangsung di kawasan. Kedua negara memiliki komitmen bersama untuk mendorong pengembangan teknologi yang inklusif dan bertanggung jawab.
Ia menilai kolaborasi kedua negara akan berkontribusi terhadap terwujudnya kawasan Asia Tenggara yang semakin terhubung dan sejahtera secara digital.
“Kami berkomitmen membangun lingkungan yang mendukung pengembangan kecerdasan artifisial yang etis, inovasi yang inklusif, dan ekonomi digital yang kuat,” katanya.
Nezar menambahkan, Indonesia dan Filipina terus memperkuat kemitraan melalui pertukaran pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta pengembangan solusi inovatif di sektor digital.
Menurutnya, kerja sama yang lebih erat akan membantu kedua negara mengoptimalkan peluang ekonomi digital sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi.
“Dengan bekerja sama, kita dapat memanfaatkan potensi penuh era digital untuk menciptakan masa depan yang lebih terhubung dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara,” ujarnya. (mas)