SMART dan MMS manfaatkan teknologi digital untuk tingkatkan kepatuhan gizi ibu hamil

07:18:00 | 18 Jun 2026
SMART dan MMS manfaatkan teknologi digital untuk tingkatkan kepatuhan gizi ibu hamil
JAKARTA (IndoTelko) Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

Menjawab tantangan tersebut, Summit Institute for Development (SID) meluncurkan SMART-MMS (Studi Kepatuhan Konsumsi Multi Micronutrient Supplementation oleh Ibu Hamil Melalui Digitalisasi), sebuah riset yang menggabungkan intervensi gizi dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen bagi ibu hamil di Pulau Lombok.

Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya kepatuhan konsumsi suplemen yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam upaya perbaikan kesehatan ibu dan anak. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil, kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga gangguan tumbuh kembang anak.

SMART-MMS memanfaatkan Multi Micronutrient Supplementation (MMS), suplemen yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial untuk mendukung kebutuhan gizi ibu hamil dan janin.

Berbeda dengan tablet tambah darah konvensional yang hanya mengandung zat besi dan asam folat, MMS menawarkan dukungan nutrisi yang lebih lengkap selama masa kehamilan.

Penelitian ini akan berlangsung pada periode 20252027 di lima wilayah di Pulau Lombok, meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Sebanyak 60 puskesmas dan hampir 12 ribu ibu hamil akan terlibat dalam studi yang menggunakan metode randomized controlled trial (RCT) atau uji coba terkontrol secara acak.

Tahap implementasi dimulai pada Juni 2026 dengan proses perekrutan peserta di 12 puskesmas dan 23 posyandu di Kabupaten Lombok Timur.

Project Officer SMART-MMS, Nurmalita Hartiyana Kusuma Wardani, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada identifikasi faktor yang memengaruhi kepatuhan konsumsi suplemen serta pengembangan strategi intervensi yang efektif.

Menurutnya, distribusi suplemen saja tidak cukup tanpa memastikan bahwa ibu hamil mengonsumsi suplemen tersebut secara rutin sesuai anjuran.

Keunggulan SMART-MMS terletak pada integrasi teknologi digital yang mendukung pemantauan secara real-time. Sistem ini memanfaatkan layanan WhatsApp Automation untuk mengirimkan pengingat konsumsi suplemen dan materi edukasi kesehatan kepada peserta.

Selain itu, petugas lapangan dapat memantau kepatuhan konsumsi melalui formulir digital yang terintegrasi dengan teknologi AI Pill Counting untuk menghitung sisa tablet secara otomatis melalui foto kemasan suplemen.

Seluruh data yang terkumpul akan ditampilkan melalui dashboard pemantauan sehingga memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan evaluasi dan tindak lanjut berbasis data.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala dalam program gizi ibu hamil, termasuk pencatatan manual, keterbatasan pemantauan, dan kesulitan mengukur tingkat kepatuhan secara akurat.

Selain mengevaluasi tingkat kepatuhan konsumsi MMS, penelitian ini juga akan mengukur dampak suplementasi terhadap indikator kesehatan ibu dan bayi.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa MMS berpotensi menurunkan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga kematian neonatal, khususnya pada ibu hamil yang mengalami anemia.

Melalui SMART-MMS, SID berharap pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi model pengembangan sistem pemantauan kesehatan ibu yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. (mas)

Artikel Terkait