JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng operator telekomunikasi dan sejumlah platform digital untuk mendorong anak-anak lebih aktif berinteraksi di dunia nyata melalui program TUNAS Jakarta.
Kolaborasi yang melibatkan Indosat, Telkomsel, XLSMART, serta Netflix tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat bagi anak-anak di tengah tingginya intensitas penggunaan perangkat digital.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan penggunaan layar pada anak saat ini telah mencapai rata-rata hampir 7,5 jam per hari. Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan keterlibatan di ruang publik.
Menurutnya, perlindungan anak di era digital tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, operator telekomunikasi, platform digital, komunitas, hingga organisasi masyarakat.
Melalui program TUNAS Jakarta, anak-anak didorong untuk lebih banyak beraktivitas di luar ruang digital, baik melalui kegiatan bermain, belajar, maupun berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.
Bonifasius menilai keberadaan ruang publik memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak karena memungkinkan mereka membangun keterampilan sosial, menjalin pertemanan, serta mengenal lingkungan secara langsung.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyebut program tersebut menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan orang tua yang mencari alternatif aktivitas bagi anak di luar penggunaan gawai.
Menurutnya, upaya membatasi paparan digital perlu disertai penyediaan ruang dan kegiatan yang menarik sehingga anak tetap dapat memperoleh pengalaman belajar dan bermain yang positif.
Program TUNAS Jakarta menargetkan partisipasi sekitar 3.000 anak dengan menghadirkan berbagai aktivitas non-digital yang diselenggarakan bersama sejumlah mitra dari sektor telekomunikasi, teknologi, pendidikan, olahraga, dan komunitas.
Selain operator seluler, kegiatan ini juga melibatkan Jakarta City Branding, Buumi Playscape, iNova Pharmaceuticals (Betadine Indonesia), Netflix, PT LEGO Service Indonesia, Tentang Anak, Hangtuah Sports Academy, serta berbagai komunitas lokal lainnya.
Komdigi menilai keseimbangan antara ruang digital dan ruang fisik menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. Karena itu, kolaborasi lintas sektor akan terus didorong untuk memastikan anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dan berkembang di dunia nyata. (mas)