telkomsel halo

Kemkomdigi siapkan SDM lokal untuk infrastruktur digital

07:57:00 | 15 Jun 2026
Kemkomdigi siapkan SDM lokal untuk infrastruktur digital
JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penguatan sumber daya manusia lokal guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur digital nasional, khususnya di sektor jaringan fiber optik.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan kebutuhan tenaga terampil di bidang telekomunikasi akan terus meningkat seiring ekspansi jaringan internet ke berbagai daerah. Karena itu, pemerintah ingin memastikan daerah memiliki tenaga kerja yang mampu melakukan instalasi, pemeliharaan, hingga perbaikan jaringan secara mandiri.

Menurut Meutya, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya bertujuan memperluas akses konektivitas, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Ia menilai kehadiran tenaga teknis lokal akan mengurangi ketergantungan pada pekerja dari luar daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor telekomunikasi.

“Pembangunan jaringan digital harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah, termasuk melalui penciptaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang infrastruktur telekomunikasi,” ujarnya saat menghadiri Pelatihan Jaringan Fiber Optik bagi siswa SMK di Medan, Sumatera Utara.

Kemkomdigi mencatat kebutuhan terhadap infrastruktur internet akan terus bertumbuh sejalan dengan tingginya penggunaan layanan digital di Indonesia. Saat ini, mayoritas pengguna internet berasal dari kelompok usia muda yang menjadi pengguna utama berbagai layanan digital.

Pemerintah berharap generasi muda tidak hanya berperan sebagai konsumen teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang membangun dan menjaga keberlangsungan infrastruktur digital nasional.

Program pelatihan yang digelar Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target peningkatan penetrasi layanan fixed broadband nasional yang ditetapkan mencapai 50% populasi pada periode 20252029. Saat ini tingkat penetrasi layanan tersebut masih berada di kisaran 25%.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kombinasi antara pembangunan jaringan dan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Menurutnya, perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin mengandalkan jaringan fiber optik membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus menciptakan kebutuhan tenaga teknis di berbagai wilayah.

Pelatihan di Medan diikuti 40 siswa yang berasal dari SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan. Peserta memperoleh materi praktik mengenai instalasi, penyambungan kabel fiber optik, pengujian jaringan, hingga pemeliharaan infrastruktur sesuai standar industri.

Sebagai bagian dari program tersebut, Kemkomdigi juga menyerahkan perangkat praktik fiber optik kepada kedua sekolah untuk mendukung proses pembelajaran vokasi secara berkelanjutan.

Selain pelatihan langsung, peserta juga memperoleh akses ke platform Learning Management System (LMS) yang disiapkan DJID untuk memperluas materi pembelajaran dan pengembangan kompetensi.

GCG BUMN
Melalui program ini, Kemkomdigi berharap semakin banyak lulusan SMK yang memiliki keterampilan teknis di bidang telekomunikasi sehingga dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan digital di daerah masing-masing. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories