Gen Z cari liburan bernilai, Jogja tetap jadi andalan

06:19:00 | 16 Jun 2026
Gen Z cari liburan bernilai, Jogja tetap jadi andalan
JAKARTA (IndoTelko) Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, kebutuhan untuk berwisata tetap menjadi prioritas bagi banyak kalangan. Namun, tren perjalanan kini bergeser ke arah pencarian pengalaman yang dinilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Platform teknologi perhotelan RedDoorz menilai Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi wisata domestik yang paling diminati karena mampu menawarkan kombinasi budaya, sejarah, kuliner, dan pengalaman lokal dengan biaya yang relatif terjangkau.

General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, mengatakan Yogyakarta memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan karena menawarkan ragam aktivitas wisata dalam satu destinasi dengan nilai ekonomis yang kompetitif.

Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk menginap atau berlibur, tetapi juga pengalaman yang lebih autentik dan dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Kinerja sektor pariwisata Yogyakarta juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025 terdapat sekitar 40,6 juta perjalanan wisatawan nusantara serta lebih dari 102 ribu kunjungan wisatawan mancanegara ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Momentum tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026. Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Yogyakarta mencapai 10,4 juta perjalanan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 10,2 juta kunjungan.

Bagi RedDoorz, Yogyakarta menjadi salah satu pasar utama. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan lebih dari 445 ribu transaksi pemesanan akomodasi di kota tersebut.

Pertumbuhan juga terlihat pada periode libur Idulfitri 2026. Tingkat okupansi jaringan properti RedDoorz di wilayah Yogyakarta mencapai 55%, atau meningkat 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatat perubahan pola perilaku wisatawan, terutama dari kelompok Gen Z dan milenial. Kedua segmen ini semakin mengandalkan platform digital dan media sosial sebagai referensi utama dalam menentukan destinasi maupun akomodasi yang akan dipilih.

Wisatawan Gen Z umumnya melakukan riset lebih mendalam sebelum memesan penginapan. Faktor seperti ulasan pengguna, lokasi, harga, hingga tampilan visual properti di media sosial menjadi pertimbangan penting.

Sementara itu, kelompok milenial cenderung mengutamakan kenyamanan, fasilitas yang memadai, akses lokasi yang mudah, serta pengalaman menginap yang praktis untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan bersama rombongan.

Untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam, RedDoorz terus memperkuat strategi multi-brand di Yogyakarta melalui pengembangan jaringan SANS Hotel dan URBANVIEW yang menyasar berbagai segmen wisatawan, mulai dari pencari akomodasi ekonomis hingga pelanggan yang menginginkan pengalaman menginap dengan konsep modern dan estetis.

Data perusahaan menunjukkan bahwa sepanjang 2025, SANS Hotel menjadi merek dengan tingkat hunian tertinggi. Angkanya mencapai 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata hotel lain di Yogyakarta. Kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya minat wisatawan terhadap akomodasi yang terjangkau namun tetap menawarkan konsep gaya hidup dan desain yang menarik.

Tren positif tersebut juga dirasakan oleh mitra pemilik properti. Pemilik SANS Hotel Nagari Malioboro, Puspita Melati, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel yang dikelolanya meningkat signifikan setelah bekerja sama dengan RedDoorz.

Sebelumnya, tingkat hunian rata-rata hotel berada di kisaran 40%. Setelah mendapatkan dukungan pengelolaan dan operasional dari RedDoorz, tingkat okupansi meningkat hingga sekitar 75%.

Melihat prospek pasar yang masih besar, RedDoorz berencana memperluas jaringan akomodasinya di Yogyakarta melalui pengembangan portofolio hotel yang dikelola langsung perusahaan serta penguatan strategi multi-brand.

Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 96 properti baru di Yogyakarta guna memperkuat posisinya di salah satu destinasi wisata utama Indonesia tersebut. (mas)

Artikel Terkait