JAKARTA (IndoTelko) - Meta menghadirkan sejumlah pembaruan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Facebook untuk membantu kreator mengembangkan audiens dan meningkatkan kualitas konten. Dua fitur yang menjadi sorotan adalah perluasan dukungan bahasa pada Terjemahan AI, termasuk Bahasa Indonesia, serta peluncuran Creator Assistant yang berfungsi sebagai asisten digital bagi kreator.
Meta menyebutkan bahwa teknologi AI kini berperan penting dalam membantu kreator menjangkau audiens lintas negara dengan mengatasi kendala bahasa. Sejak pertama kali diperkenalkan, fitur Terjemahan AI telah digunakan oleh kreator dalam berbagai bahasa untuk memperluas jangkauan konten video pendek atau Reels.
Saat ini, lebih dari 500 juta pengguna Facebook setiap pekan menonton video yang diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Fitur tersebut mampu mempertahankan karakter suara dan intonasi asli kreator sehingga hasil terjemahan terdengar lebih natural.
Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, Meta juga menyediakan fitur sinkronisasi gerakan bibir atau lipsync yang membuat video terlihat seolah-olah kreator berbicara langsung menggunakan bahasa yang diterjemahkan.
Dalam pengembangan berikutnya, Meta akan memperluas dukungan bahasa pada fitur tersebut, termasuk Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Prancis, Bahasa Thailand, dan Bahasa Vietnam. Langkah ini diharapkan dapat membantu kreator menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuat ulang konten dalam berbagai bahasa.
Selain menghadirkan kemampuan terjemahan yang lebih luas, Meta juga memperkenalkan Creator Assistant di Facebook. Fitur ini dirancang sebagai asisten berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan dashboard kreator untuk membantu memahami performa konten dan perilaku audiens.
Creator Assistant dapat menganalisis berbagai aspek akun kreator, mulai dari tren interaksi, karakteristik audiens, hingga performa konten. Dengan pendekatan berbasis percakapan, kreator dapat mengajukan pertanyaan secara langsung, misalnya terkait alasan sebuah Reels memperoleh performa lebih baik dibandingkan konten lainnya atau perubahan pola interaksi audiens dari waktu ke waktu.
Melalui fitur tersebut, kreator tidak lagi harus menginterpretasikan berbagai data dan grafik secara manual karena AI akan membantu menyajikan insight yang lebih mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti.
Meta menjelaskan bahwa Creator Assistant juga dapat berfungsi sebagai mitra brainstorming ketika kreator membutuhkan inspirasi baru. Sistem akan memanfaatkan tren yang sedang berkembang di Facebook untuk memberikan rekomendasi ide konten, audio populer, tren budaya, hingga format yang berpotensi menarik perhatian audiens.
Seiring penggunaan yang berkelanjutan, Creator Assistant akan mempelajari tujuan masing-masing kreator, baik untuk meningkatkan jumlah pengikut, memperkuat engagement, maupun mengoptimalkan peluang monetisasi. Dengan demikian, rekomendasi yang diberikan dapat menjadi lebih personal dan relevan.
Saat ini Creator Assistant mulai tersedia untuk kreator di Amerika Serikat, Kanada, dan India. Meta berencana memperluas jangkauan layanan tersebut ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang, sekaligus menambahkan berbagai kemampuan baru guna mendukung pertumbuhan ekosistem kreator di platform Facebook.
Melalui pengembangan teknologi AI tersebut, Meta berharap dapat membantu kreator bekerja lebih efisien, memahami audiens secara lebih mendalam, serta memperluas jangkauan konten ke pasar global. (mas)