Jobstreet soroti pentingnya program magang yang adil

05:36:00 | 12 Jun 2026
Jobstreet soroti pentingnya program magang yang adil
JAKARTA (IndoTelko) - Menjelang musim wisuda dan masuknya lulusan baru ke pasar kerja, Jobstreet by SEEK mengingatkan pentingnya program magang yang dirancang secara adil, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun perusahaan. Temuan tersebut diungkap dalam Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 yang menyoroti peran strategis program magang dalam menarik talenta muda.

Menurut Jobstreet by SEEK, program magang yang efektif tidak hanya menjadi sarana pengembangan keterampilan, tetapi juga dapat membantu perusahaan membangun pipeline talenta untuk kebutuhan jangka panjang. Namun, praktik magang harus tetap berorientasi pada pembelajaran dan pengembangan kompetensi, bukan sekadar menjadi alternatif tenaga kerja berbiaya rendah.

Data laporan menunjukkan sebanyak 21% perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan tujuan utama menghemat biaya tenaga kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menggeser fungsi utama program magang dari sarana pembelajaran menjadi instrumen efisiensi biaya.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, menegaskan bahwa magang seharusnya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa tingkat akhir dan peserta didik vokasi untuk memahami dunia kerja profesional sebelum memasuki karier secara penuh.

Menurutnya, pengalaman magang ideal harus membantu peserta mengenal budaya kerja, ritme organisasi, serta membangun kesiapan menghadapi dunia profesional. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan program yang disusun tetap selaras dengan tujuan pembelajaran dan tidak menjadikan peserta magang sebagai pengganti tenaga kerja reguler.

Jobstreet juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur program magang, termasuk terkait durasi, beban kerja, jam kerja, hingga pemberian kompensasi atau uang saku sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan tersebut turut mengungkap perubahan ekspektasi generasi muda terhadap dunia kerja. Berdasarkan temuan Workplace Happiness Index Indonesia 2025, kelompok Gen Z menjadi generasi dengan tingkat kebahagiaan kerja terendah. Mereka cenderung lebih memperhatikan makna pekerjaan, kesempatan berkembang, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Karena itu, bagi banyak talenta muda, pengalaman magang yang berkualitas tidak hanya diukur dari sisi finansial, tetapi juga dari kesempatan memperoleh pembelajaran yang relevan dan arah pengembangan karier yang lebih jelas. Meski demikian, kompensasi yang layak tetap dinilai penting untuk memastikan kesempatan magang dapat diakses secara lebih adil.

Laporan yang sama mencatat sebanyak 47% perusahaan di Indonesia telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai bagian dari paket manfaat bagi karyawan dan talenta muda. Meski menjadi sinyal positif, Jobstreet menilai program tersebut perlu diperkuat dengan dukungan kompensasi yang memadai agar manfaatnya lebih optimal.

Selain itu, perusahaan juga didorong untuk menerapkan prinsip Diversity, Equity and Inclusion (DEI) secara nyata dalam program magang. Saat ini, sekitar 56% perusahaan di Indonesia telah menjalankan berbagai inisiatif DEI.

Jobstreet menilai salah satu bentuk implementasi nyata prinsip tersebut adalah dengan memberikan uang saku atau kompensasi yang layak kepada peserta magang, membuka kesempatan bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi, serta menghindari persyaratan yang secara tidak langsung membatasi akses kelompok tertentu.

Tanpa dukungan finansial yang memadai, kesempatan magang berpotensi hanya dapat diakses oleh kandidat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik. Kondisi ini dapat mengurangi keberagaman talenta dan membuat perusahaan kehilangan peluang mendapatkan kandidat berkualitas dari berbagai lapisan masyarakat.

Sebaliknya, program magang berbayar dinilai mampu memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. Selain memperkuat citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik bagi generasi muda, kebijakan tersebut juga membantu memperluas sumber talenta, meningkatkan keterlibatan peserta, serta memperbesar peluang merekrut kandidat terbaik menjadi karyawan tetap di masa depan.

Jobstreet by SEEK menilai program magang yang menyeimbangkan aspek pembelajaran, kepatuhan regulasi, dan kompensasi yang layak bukan hanya mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menjadi strategi bisnis untuk membangun daya saing dan keberlanjutan talenta di masa depan. (mas)

Artikel Terkait