telkomsel halo

Indonesia kejar ekonomi digital AI

07:33:00 | 24 May 2026
Indonesia kejar ekonomi digital AI
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia melalui percepatan pengembangan kecerdasan artifisial (AI), investasi infrastruktur digital, serta penguatan regulasi nasional terkait AI.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui US$100 miliar pada 2026 dan berpotensi mencapai US$220 miliar hingga US$360 miliar pada 2030.

“Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui PDB US$100 miliar pada tahun 2026 dan berpotensi mencapai antara US$220 miliar dan US$360 miliar pada tahun 2030 sehingga memposisikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia,” ujarnya dalam forum diskusi Financial Markets at the Crossroads: The Impact of AI and Geopolitical Risk di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Menurut Nezar, pemerintah saat ini menyiapkan tiga pilar utama pengembangan AI nasional. Pilar pertama mencakup regulasi yang menyeimbangkan inovasi dan perlindungan melalui penyusunan peta jalan AI nasional serta peraturan presiden terkait etika AI.

Ia menegaskan platform AI wajib mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan, sekaligus tetap selaras dengan nilai budaya Indonesia.

Pilar kedua adalah penguatan infrastruktur digital nasional. Saat ini Indonesia memiliki 185 pusat data dengan kapasitas total 274 MW dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 2.000 MW pada 2029.

Sejumlah perusahaan teknologi global juga memperkuat investasinya di Indonesia. Microsoftdisebut telah menyiapkan investasi US$1,7 miliar untuk pembangunan infrastruktur cloud, sementara NVIDIA dan Amazon turut menegaskan komitmen investasi di sektor AI dan cloud nasional.

Pilar ketiga difokuskan pada pengembangan talenta digital. Pemerintah menilai kebutuhan sumber daya manusia menjadi tantangan penting di tengah pertumbuhan industri AI.

GCG BUMN
“Infrastruktur kelas dunia tidak akan banyak nilainya tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Indonesia saat ini menghadapi kesenjangan talenta digital sekitar 3 juta orang,” kata Nezar. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories