telkomsel halo

Komdigi perluas internet 3T

08:44:00 | 23 May 2026
Komdigi perluas internet 3T
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat penutupan wilayah blank spot di Indonesia melalui kombinasi pembangunan fiber optik, Base Transceiver Station (BTS), dan teknologi satelit untuk menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) menjadi salah satu opsi strategis untuk memperluas konektivitas di wilayah terpencil maupun daerah terdampak bencana yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi darat.

“LEO menjadi salah satu pilihan. Selain itu ada fiber optik dan BTS, tergantung kondisi lapangan di wilayah 3T,” ujarnya saat audiensi dengan Obviously Sustainable di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat.

Menurut Nezar, pemerintah terus mengevaluasi teknologi konektivitas yang paling efektif untuk mengurangi kesenjangan akses digital di berbagai daerah Indonesia. Namun demikian, teknologi LEO disebut bukan pengganti penuh infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada saat ini.

Ia menjelaskan layanan satelit orbit rendah tetap memiliki sejumlah keterbatasan, termasuk potensi gangguan latensi akibat kondisi cuaca. Meski begitu, teknologi tersebut dinilai sangat efektif untuk wilayah laut maupun pegunungan yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Pemerintah sebelumnya juga telah memanfaatkan layanan LEO secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung komunikasi di daerah yang terisolasi dari jaringan telekomunikasi.

“Kita sudah mencoba di wilayah bencana dan hasil komunikasinya cukup baik, bahkan dapat digunakan untuk video call,” katanya.

Nezar menegaskan pembangunan konektivitas nasional tetap mengandalkan kombinasi berbagai moda telekomunikasi, mulai dari fiber optik, BTS, hingga satelit. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan wilayah pegunungan dengan tantangan infrastruktur yang beragam. (mas)

GCG BUMN

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories