Haji jadi ambisi anak muda

06:38:00 | 22 May 2026
Haji jadi ambisi anak muda
JAKARTA (IndoTelko) - Platform gaya hidup Muslim Muslim Pro mencatat adanya perubahan tren di kalangan generasi muda Muslim Indonesia yang mulai menjadikan ibadah Haji dan Umrah sebagai bagian dari target hidup sejak usia muda.

Berdasarkan survei yang dilakukan Muslim Pro terhadap pengguna di Indonesia pada April 2025, sebanyak 81% responden menginginkan fitur perencanaan Haji, Umrah, dan zakat dalam layanan tabungan berbasis syariah.

Minat tertinggi datang dari kelompok usia 23 hingga 39 tahun. Sebanyak 66% responden di kelompok usia tersebut menyebut fitur perencanaan religi sebagai layanan digital yang paling dibutuhkan dibanding kelompok usia lain.

Muslim Pro sendiri merupakan platform digital Muslim dengan lebih dari 190 juta unduhan secara global.

Meningkatnya minat terhadap Haji dan Umrah dinilai sejalan dengan perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin dekat dengan platform digital. Ruang digital kini tidak hanya digunakan untuk hiburan dan interaksi sosial, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri, pembelajaran agama, hingga perencanaan tujuan hidup jangka panjang.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221,5 juta orang pada 2024 atau sekitar 79,5% dari total populasi nasional.

Perubahan pola pikir tersebut juga memengaruhi cara anak muda memandang kesuksesan. Jika sebelumnya pencapaian hidup identik dengan aset dan karier, kini sebagian generasi muda lebih menekankan pada pengalaman yang memiliki nilai personal dan spiritual.

Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, Nafees Khundker mengatakan, generasi muda Muslim kini lebih terbuka membicarakan aspirasi spiritual mereka dibanding generasi sebelumnya.

Menurutnya, keinginan untuk menunaikan Haji maupun Umrah di usia muda kini mulai dianggap sebagai bagian dari tujuan hidup pribadi.

Tren tersebut juga didukung pertumbuhan ekonomi syariah global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25, sektor perjalanan ramah Muslim menjadi industri dengan pertumbuhan tercepat dalam ekonomi Islam dunia dengan proyeksi nilai pasar mencapai US$384 miliar pada 2028.

Indonesia juga disebut berada di posisi ketiga global dalam indikator ekonomi Islam serta menempati peringkat kedua dunia pada sektor wisata ramah Muslim.

Meski demikian, kesiapan finansial masih menjadi tantangan utama. Survei Muslim Pro menunjukkan sekitar 65% responden mengaku jarang bahkan belum pernah menyisihkan dana khusus untuk Haji maupun Umrah.

Sebanyak 83% responden yang mengalami kesulitan menabung menyebut keterbatasan finansial dan pendapatan yang tidak stabil sebagai hambatan utama.

Selain faktor ekonomi, panjangnya masa tunggu Haji di Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri. Data Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan antrean Haji di sejumlah daerah mencapai belasan hingga puluhan tahun sehingga membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia meluncurkan layanan keuangan digital Amanah Pro yang dirancang membantu pengguna membangun kebiasaan menabung secara bertahap untuk kebutuhan Haji dan Umrah.

Platform tersebut memungkinkan pengguna menentukan target tabungan sesuai kemampuan finansial masing-masing agar proses menabung terasa lebih ringan dan realistis.

Menurut Nafees, kehadiran Amanah Pro diharapkan dapat membantu masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan spiritual mereka sejak sekarang tanpa harus menunggu kondisi yang dianggap ideal di masa depan. (mas)

Artikel Terkait