JAKARTA (IndoTelko) Cove meluncurkan pembaruan aplikasi berbasis komunitas secara serentak di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Melalui pembaruan tersebut, Cove menghadirkan fitur media sosial dalam aplikasi co-living yang memungkinkan penghuni terhubung dan berinteraksi langsung dalam satu platform.
Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis mengatakan pengembangan aplikasi dilakukan untuk memperkuat pengalaman komunitas penghuni yang selama ini sudah terbentuk secara organik.
“Dengan kehadiran community-first Cove App, koneksi bisa terjalin kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.
Aplikasi terbaru Cove memungkinkan penghuni mengakses layanan hunian sekaligus komunitas di Indonesia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Selain mencari properti dan mengatur kebutuhan tempat tinggal, pengguna juga dapat terhubung dengan komunitas penghuni di masing-masing negara.
Cove menyebut sekitar 98% penghuni merasa aktivitas komunitas menjadi faktor yang mendorong mereka memperpanjang masa sewa.
Melalui pembaruan ini, penghuni kini dapat mengelola kebutuhan hunian langsung melalui aplikasi, mulai dari pembayaran sewa, pengecekan kontrak, pengajuan perpanjangan masa tinggal, hingga pemesanan kamar harian.
Cove juga menghadirkan fitur profil publik yang memungkinkan penghuni menampilkan identitas dasar seperti profesi, minat, dan deskripsi diri untuk mempermudah interaksi dengan penghuni lain.
Fitur Flatmates memungkinkan penghuni melihat profil penghuni lain dalam properti yang sama guna membangun koneksi sosial yang lebih mudah.
Selain itu, aplikasi turut dilengkapi fitur Community Posts yang memungkinkan pengguna mengunggah tulisan, foto, komentar, hingga memberikan reaksi emoji seperti media sosial pada umumnya.
Cove juga menghadirkan fitur Community Events untuk memudahkan penghuni menemukan dan mendaftar berbagai kegiatan komunitas seperti olahraga, workshop kreatif, hingga social gathering.
Menurut Cove, pembaruan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman co-living yang lebih terintegrasi, personal, dan berbasis komunitas di tengah meningkatnya kebutuhan koneksi sosial di kalangan anak muda urban. (mas)