JAKARTA (IndoTelko) Strava menghadirkan fitur baru berupa Terapi Fisik sebagai jenis aktivitas tambahan guna melengkapi pelacakan perjalanan kebugaran pengguna.
Fitur ini memungkinkan pengguna mencatat sesi terapi fisik untuk berbagai aktivitas seperti lari, bersepeda, berjalan, dan berenang, sekaligus mengintegrasikan aspek pemulihan, pencegahan cedera, hingga rehabilitasi ke dalam program latihan.
Strava menilai cedera dan proses pemulihan merupakan bagian penting dari gaya hidup aktif yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam platform pelacakan kebugaran.
Dengan penambahan ini, Strava kini memiliki lebih dari 50 jenis aktivitas, termasuk yoga, latihan beban, dan pilates, guna memberikan pengalaman yang lebih komprehensif bagi pengguna.
Pembaruan juga mencakup integrasi dengan aplikasi Recover Athletics untuk mendukung latihan mobilitas, kekuatan, dan daya tahan. Selain itu, tersedia tag aktivitas Recovery untuk memudahkan pengguna memantau aktivitas, mulai dari latihan intens hingga pemulihan ringan.
Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, mengatakan keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi pengguna.
Menurutnya, fase pemulihan dari cedera sering kali menjadi tantangan tersendiri, sehingga fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna tetap konsisten dalam proses tersebut.
Strava saat ini memiliki lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara, menjadikannya salah satu platform gaya hidup aktif terbesar yang tidak hanya berfungsi sebagai pencatat aktivitas, tetapi juga sebagai komunitas untuk mendukung pencapaian target kebugaran.
Dengan fitur terbaru ini, Strava memperkuat posisinya dalam menghadirkan pengalaman kebugaran yang menyeluruh, mulai dari latihan hingga pemulihan. (mas)