telkomsel halo

Indonesia buka investasi digital, perketat perlindungan data

06:41:01 | 01 May 2026
Indonesia buka investasi digital, perketat perlindungan data
JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah menegaskan komitmen membuka peluang investasi digital global dengan tetap menjaga batas tegas pada perlindungan data pribadi. Arah kebijakan ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam pertemuan dengan pelaku usaha Amerika.

Dalam audiensi bersama American Chamber of Commerce in Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce, pemerintah menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar yang terbuka dan aman bagi inovasi, khususnya di sektor digital.

Menurut Nezar, iklim investasi yang kondusif tetap berjalan seiring dengan perlindungan privasi masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan pelaku usaha dapat berkembang, tanpa mengabaikan keamanan data pengguna.

Indonesia saat ini berada pada momentum penting dalam ekonomi digital global. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025, didorong oleh pertumbuhan perdagangan digital berbasis video serta layanan keuangan digital.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur dan konektivitas, sekaligus menghadirkan regulasi yang lebih jelas dan dapat diprediksi bagi investor. Kerja sama internasional juga diperluas, termasuk melalui skema perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat.

Di sisi regulasi, perlindungan data menjadi fondasi utama melalui penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kerangka pengembangan AI melalui peta jalan nasional serta panduan etika.

Upaya perlindungan masyarakat, khususnya anak, turut diperkuat lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam konteks perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah juga menggandeng platform teknologi, institusi pendidikan, serta masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sebagai bagian dari mitigasi risiko.

Nezar menegaskan, Indonesia tidak hanya membuka diri sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra strategis jangka panjang bagi pelaku industri global.

GCG BUMN
“Indonesia terbuka untuk bisnis, namun yang lebih penting adalah kemitraan yang berkelanjutan, berbasis inovasi, serta pengembangan talenta,” ujarnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories