JAKARTA (IndoTelko) BPJS Kesehatan meluncurkan layanan administrasi 24 jam berbasis chat melalui kanal WhatsApp PANDAWA. Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan kapan saja tanpa perlu antre.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai inisiatif tersebut sebagai langkah konkret dalam percepatan transformasi layanan publik digital yang lebih responsif dan mudah dijangkau.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan layanan publik harus beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang kini semakin digital.
“Masyarakat sudah berada di ruang digital, sehingga layanan publik harus mengikuti. Bukan masyarakat yang menyesuaikan diri dengan kebijakan,” ujarnya saat peluncuran PANDAWA 24 Jam di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (15/4).
Menurutnya, kecepatan layanan menjadi faktor krusial, terutama di sektor kesehatan. Selisih waktu penanganan, bahkan dalam hitungan menit, dapat berdampak signifikan terhadap keselamatan pasien.
Meutya juga mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang dinilai selaras dengan arah transformasi digital nasional. Layanan berbasis chat dianggap relevan dengan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan komunikasi digital.
Data menunjukkan penetrasi internet di Indonesia telah mencapai sekitar 80,66% populasi atau setara 230 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 90% pengguna aktif memanfaatkan platform komunikasi berbasis chat.
“Ini menunjukkan kanal chat menjadi medium yang efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah mendorong integrasi layanan publik lintas sektor agar lebih proaktif dan efisien, baik dari sisi waktu maupun anggaran. Kolaborasi dinilai menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital di sektor layanan publik.
Dengan kehadiran PANDAWA 24 jam, diharapkan kualitas layanan kepada masyarakat semakin meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi layanan kesehatan. (mas)