JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Digital menutup Posko Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dengan hasil evaluasi yang menunjukkan layanan telekomunikasi tetap stabil di seluruh wilayah, termasuk jalur mudik dan pusat aktivitas masyarakat. Ke depan, pengawasan akan diperketat guna memastikan keamanan dan keselamatan publik tetap terjaga.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan tidak terjadi gangguan besar selama periode RAFI 2026. Stabilitas ini memungkinkan masyarakat tetap terhubung selama momen Lebaran. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dijaga selama 24 jam penuh.
Evaluasi menunjukkan konektivitas nasional tetap stabil meski terjadi lonjakan trafik. Kecepatan unduh tertinggi tercatat mencapai 112,16 Mbps pada 20 Maret, sementara kecepatan unggah tertinggi mencapai 54,26 Mbps pada 30 Maret. Dalam penilaian terhadap lima kriteria kualitas layanan, Telkomsel mencatatkan nilai tertinggi pada tiga kriteria, sementara Indosat Ooredoo Hutchison unggul pada dua kriteria. Secara keseluruhan, operator seluler termasuk XLSmart menunjukkan performa dalam kategori very good hingga excellent.
Selama periode RAFI 2026, tercatat 33 gangguan layanan di sejumlah titik posko utama. Seluruh gangguan tersebut berhasil ditangani dengan cepat tanpa meluas dan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. Selain itu, pemantauan berbasis data crowdsourcing dari Ookla, OpenSignal, dan Sigmon menunjukkan adanya 14.344 tiket layanan dengan hasil kurang baik, yang seluruhnya telah ditindaklanjuti operator dalam waktu kurang dari tiga jam.
Di sisi lain, pengawasan spektrum frekuensi radio juga dilakukan secara intensif dengan memantau 31.682 frekuensi operasional, termasuk untuk layanan vital seperti sistem keselamatan transportasi. Evaluasi turut mencatat tidak adanya penyalahgunaan perangkat ilegal seperti fake BTS di jalur mudik, yang menjadi indikator meningkatnya pengendalian ruang spektrum.
Posko RAFI 2026 sendiri berlangsung pada 13 hingga 30 Maret 2026 dengan dukungan 35 posko pemantauan dan 9 posko utama di titik strategis nasional. Meski menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, Kementerian Komdigi menilai capaian ini belum sempurna dan akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan.
Ke depan, fokus akan diarahkan pada penguatan kesiapan jaringan di titik rawan lonjakan trafik, percepatan respons gangguan, serta peningkatan pengawasan terhadap potensi ancaman di ruang digital dan spektrum frekuensi. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan di setiap momen penting. (mas)