JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah menilai transformasi digital pelaku UMKM telah memasuki tahap lanjutan, di mana akses internet bukan lagi kendala utama. Dengan tingkat konektivitas yang telah menjangkau mayoritas wilayah, fokus kebijakan kini bergeser pada upaya menciptakan ekosistem pasar digital yang lebih adil dan kompetitif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebutkan, agenda “go online” bagi UMKM pada dasarnya telah tercapai. Tantangan berikutnya adalah mendorong pelaku usaha agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di tengah dinamika pasar digital yang semakin kompleks.
Konsep Meaningful Connectivity menjadi pendekatan baru yang diusung pemerintah. Tidak lagi sekadar memastikan pelaku usaha terhubung ke internet, tetapi bagaimana konektivitas tersebut mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar, serta akselerasi pertumbuhan bisnis.
Di sisi lain, terbukanya ekosistem digital turut menghadirkan tekanan baru. Produk impor dengan harga kompetitif semakin mudah masuk ke platform digital, sehingga memperketat persaingan bagi UMKM lokal. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menekankan pentingnya kesetaraan dalam ekosistem digital agar pelaku usaha domestik tidak tertinggal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mulai mengeksplorasi pendekatan baru berbasis jaringan terbuka, salah satunya mengacu pada model Open Network for Digital Commerce yang memungkinkan integrasi lintas platform dan kanal distribusi. Skema ini dinilai berpotensi memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi produk UMKM.
Perubahan strategi juga dilakukan dengan menggeser pendekatan dari berbasis program menjadi berbasis permasalahan riil di lapangan, seperti isu logistik, standar produk, akses pembiayaan, hingga penetrasi pasar global. Pemerintah menekankan bahwa indikator keberhasilan tidak lagi pada jumlah UMKM yang terdigitalisasi, melainkan pada kemampuan mereka untuk naik kelas dan bersaing.
Dengan arah kebijakan tersebut, transformasi digital diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata, tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi UMKM dalam peta persaingan global. (mas)