SAMA dorong Hyper-Localized Marketing di Era AI

06:39:00 | 09 Apr 2026
SAMA dorong Hyper-Localized Marketing di Era AI
JAKARTA (IndoTelko) - SAMA Indonesia menegaskan pentingnya pendekatan hyper-localized marketing dan pemanfaatan MarTech di tengah semakin terfragmentasinya perilaku konsumen digital. Strategi pemasaran yang terlalu umum dinilai kian kehilangan relevansi, sehingga brand dituntut lebih memahami konteks audiens secara spesifik, mulai dari perilaku, budaya, hingga ekspektasi yang memengaruhi keputusan.

Melalui forum SAMA Connect, SAMA Indonesia menyoroti bahwa pendekatan broad segmentation dan pesan generik tidak lagi efektif dalam lanskap digital saat ini. Pemanfaatan data, AI, dan teknologi pemasaran dinilai harus selaras dengan pemahaman lokal agar strategi yang dihasilkan lebih presisi dan berdampak.

President SAMA Indonesia, Arianto Bigman, menegaskan bahwa hyper-localized marketing kini menjadi kebutuhan strategis. Menurutnya, banyak brand masih menerapkan formula global tanpa mempertimbangkan karakter unik pasar Indonesia yang memiliki logika, bahasa, dan sensitivitas berbeda.

Ia menambahkan bahwa teknologi seperti AI dan data analytics memang mempercepat proses pemasaran, namun tidak otomatis menghasilkan strategi yang tepat tanpa landasan pemikiran strategis yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan.

Pandangan serupa disampaikan Kristyanto dari Ivosights yang menilai tantangan brand saat ini bukan sekadar mengejar engagement, tetapi menjaga makna dan relevansi di tengah dominasi algoritma. Data, social listening, dan AI dinilai penting untuk membaca konteks dan sentimen konsumen, namun tetap membutuhkan interpretasi manusia agar menjadi strategi yang tepat.

Sementara itu, praktisi AI Anjas Maradita menekankan bahwa personalisasi tidak cukup hanya berbasis data permukaan. Brand perlu memahami sisi emosional, motivasi, dan kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam agar pesan yang disampaikan benar-benar relevan.

Dari sisi teknologi, Adrian Lesmono dari NVIDIA menilai perkembangan komputasi AI semakin membuka peluang implementasi yang lebih luas dan efisien. Meski demikian, ia menegaskan teknologi tetap berperan sebagai enabler, sementara keberhasilan strategi sangat bergantung pada kemampuan manusia memahami konteks lokal.

SAMA Indonesia menilai kombinasi antara kekuatan teknologi dan sensitivitas terhadap pasar lokal menjadi kunci untuk membangun strategi pemasaran yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan di era digital. (mas)

Artikel Terkait