Lahat adopsi Kipin MAX

08:04:00 | 07 Apr 2026
Lahat adopsi Kipin MAX
JAKARTA (IndoTelko) - Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mempercepat transformasi pembelajaran digital dengan menghadirkan Kipin MAX di sejumlah sekolah menengah pertama. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur dan akses internet, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di daerah.

Melalui program digitalisasi pembelajaran, fasilitas Kipin MAX didistribusikan ke 19 SMP, di antaranya SMP Negeri 7 Lahat, SMP Negeri 3 Kikim Barat, hingga SMP IT Ikhlas Cendekia Lahat. Perangkat ini berfungsi sebagai server lokal yang memungkinkan lebih dari 1.000 siswa mengakses materi dan menjalankan asesmen digital secara bersamaan tanpa koneksi internet.

Selain sebagai sarana evaluasi, Kipin MAX juga menyediakan ribuan konten pembelajaran serta fitur berbagi materi, sehingga berperan sebagai pusat pembelajaran digital di sekolah. Implementasinya turut dibarengi pelatihan bagi tenaga pendidik agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal dalam proses belajar mengajar.

Kehadiran sistem ini mempermudah pelaksanaan berbagai bentuk asesmen, mulai dari latihan soal hingga ujian, secara lebih efisien tanpa tambahan biaya operasional. Model offline yang diterapkan juga mengurangi ketergantungan terhadap internet yang selama ini menjadi kendala utama di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, sekolah dapat menekan penggunaan bahan ajar cetak karena materi tersedia dalam format digital. Siswa cukup menggunakan perangkat seperti tablet atau laptop untuk mengakses konten pembelajaran sekaligus mengerjakan evaluasi secara berulang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, H. Niel Aldrin, menilai langkah ini sebagai solusi konkret dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi pemicu perluasan transformasi pendidikan digital, tanpa bergantung pada kesiapan infrastruktur jaringan.

Ke depan, implementasi Kipin MAX di Lahat diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis digital yang lebih merata, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa di berbagai wilayah. (mas)

Artikel Terkait