telkomsel halo

Anak muda abai dana pensiun

05:02:00 | 02 Apr 2026
Anak muda abai dana pensiun
JAKARTA (IndoTelko) Bank DBS Indonesia mengingatkan pentingnya kesiapan finansial sejak dini bagi generasi muda di tengah perubahan demografi menuju populasi menua dalam dua dekade mendatang. Meski berada di usia produktif, generasi Z dan milenial dinilai belum menjadikan dana pensiun sebagai prioritas utama.

Berdasarkan riset bertajuk “Ageing Society 2025”, sekitar 19% Gen Z dan milenial di Asia Tenggara mengaku belum memiliki komitmen untuk menyiapkan tabungan masa tua. Di sisi lain, tingkat menabung masyarakat Indonesia rata-rata hanya sekitar 3% dari pendapatan, jauh di bawah rekomendasi ideal minimal 10%.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko finansial di masa pensiun, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hingga potensi ketergantungan pada pihak lain. Oleh karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi faktor krusial untuk menjaga kemandirian finansial di usia lanjut.

Bank DBS Indonesia menilai langkah awal perencanaan tidak harus besar, namun konsistensi menjadi kunci utama. Dengan memanfaatkan horizon waktu yang panjang, investasi dalam jumlah kecil dapat berkembang optimal melalui efek compounding.

Selain itu, perencanaan dana pensiun perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar hingga gaya hidup di masa depan. Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan menyediakan kalkulator pensiun guna membantu pengguna menghitung kebutuhan finansial secara lebih terukur.

Dalam praktiknya, generasi muda juga didorong menerapkan disiplin pengelolaan keuangan, salah satunya melalui metode 50-30-20, agar alokasi antara kebutuhan, keinginan, dan investasi tetap seimbang. Strategi investasi pun perlu disesuaikan dengan fase kehidupan, dengan mengombinasikan instrumen pertumbuhan dan stabilitas guna mencapai tujuan jangka panjang.

Di sisi lain, pemahaman terhadap siklus ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi strategi investasi. Evaluasi portofolio secara berkala diperlukan agar tetap selaras dengan kondisi pasar dan target keuangan.

Head of Market Intelligence Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry, mengatakan perencanaan pensiun bukan sekadar menabung, melainkan membangun strategi keuangan yang disiplin sejak awal.

“Bagi generasi yang baru memulai, instrumen terdiversifikasi seperti reksa dana bisa menjadi langkah awal karena membantu mengelola risiko sekaligus memberikan potensi imbal hasil optimal,” ujarnya.

GCG BUMN
Dengan perencanaan yang tepat dan konsisten, generasi muda diharapkan mampu mempersiapkan masa pensiun yang lebih aman, mandiri, dan tetap berkualitas. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories