telkomsel halo

Kaspersky ungkap lonjakan penipuan Ramadan

05:39:00 | 27 Mar 2026
Kaspersky ungkap lonjakan penipuan Ramadan
JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengungkap adanya peningkatan aktivitas penipuan digital yang memanfaatkan momentum Ramadan 2026. Modus yang digunakan pelaku siber umumnya menyamar sebagai promo atau kampanye menarik yang beredar melalui platform pesan instan dan media sosial.

Dalam temuan terbarunya, penipu memancing korban untuk membagikan nomor telepon dan menyebarkan tautan tertentu ke kontak mereka melalui aplikasi seperti WhatsApp atau Facebook Messenger. Tautan tersebut kemudian mengarah ke skema penipuan lanjutan yang bertujuan memperluas jangkauan sekaligus mengumpulkan data pribadi pengguna.

Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menilai periode promo dan perayaan seperti Ramadan menjadi momen rawan karena tingginya aktivitas digital masyarakat. Ia juga menyoroti penggunaan teknologi AI oleh pelaku untuk membuat serangan phishing semakin canggih dan sulit dikenali.

Sepanjang 2025, Kaspersky mencatat lebih dari 14,9 juta ancaman siber berbasis web di Indonesia berhasil dideteksi dan diblokir. Secara keseluruhan, sekitar 22,4% pengguna internet di Indonesia sempat terpapar ancaman online selama periode tersebut.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan juga menunjukkan tren serupa. Dalam 10 hari pertama Ramadan 2026 saja, tercatat lebih dari 13 ribu laporan penipuan yang melibatkan lebih dari 22 ribu rekening, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melihat kondisi tersebut, Kaspersky mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam beraktivitas digital. Pengguna disarankan untuk selalu memverifikasi sumber pesan dan tautan, menghindari unduhan dari sumber tidak resmi, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi. Selain itu, penggunaan kata sandi yang kuat, aktivasi autentikasi dua faktor, dan pemasangan solusi keamanan digital juga dinilai krusial untuk meminimalkan risiko.

GCG BUMN
Dengan meningkatnya ancaman siber selama Ramadan, perusahaan menekankan bahwa perlindungan tidak cukup hanya dengan kesadaran, tetapi juga perlu didukung oleh sistem keamanan yang memadai di perangkat pengguna. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan