JAKARTA (IndoTelko) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) memperkuat posisinya sebagai world leading geothermal producer company melalui dukungan terhadap inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off ESG Initiative di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten (11/02/2026).
Inisiatif ini menjadi langkah konkret integrasi energi panas bumi ke dalam operasional infrastruktur energi strategis nasional, sekaligus mempertegas kontribusi PGE dalam penyediaan solusi energi rendah emisi.
Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi
Dalam proyek ini, PGE mengembangkan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung. Proyek ini dijalankan sebagai pilot project untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong.
Targetnya, pemanfaatan listrik rendah karbon akan meningkat secara bertahap hingga sekitar 25 persen dari total kebutuhan listrik operasional terminal.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyatakan bahwa pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi menjadi bagian dari strategi pemanfaatan energi secara end-to-end.
“Melalui pengembangan green hydrogen, kami mendorong pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk listrik, tetapi juga menciptakan nilai tambah serta mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis,” ujarnya.
Sinergi Pertamina Group untuk Dekarbonisasi
Kick Off ESG Initiative turut dihadiri jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero) serta entitas di lingkungan Pertamina Group, termasuk PT Pertamina Energy Terminal selaku pengelola terminal.
Integrasi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal mencerminkan sinergi lintas entitas dalam mendukung agenda dekarbonisasi dan penurunan emisi dari penggunaan listrik operasional.
Model ini diharapkan dapat direplikasi pada fasilitas energi strategis lainnya.
Peran Strategis Terminal Tanjung Sekong
Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia, dengan kelebihan sbb :