AFTECH & Easycash luncurkan modul literasi keuangan untuk Gen Z

07:57:00 | 11 Feb 2026
AFTECH & Easycash luncurkan modul literasi keuangan untuk Gen Z
JAKARTA (IndoTelko) - Pesatnya adopsi layanan keuangan digital di kalangan generasi muda belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat literasi yang memadai. Kondisi ini membuat Gen Z dan Milenial rentan mengambil keputusan finansial tanpa perencanaan yang matang, mulai dari pengelolaan arus kas hingga penggunaan produk keuangan digital.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan. Tingkat inklusi keuangan nasional tercatat mencapai 80,51%, sementara literasi baru berada di level 66,46%. Kesenjangan serupa juga terlihat pada kelompok usia muda, termasuk Gen Z dan Milenial.

Menjawab tantangan tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan). Modul ini dirancang sebagai panduan praktis literasi keuangan yang relevan dengan keseharian Gen Z dan Milenial, sekaligus mendorong pengambilan keputusan finansial yang lebih bertanggung jawab sejak dini.

Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan, Naomi Triyuliyani, mengapresiasi inisiatif ini sebagai upaya kolaboratif dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan membutuhkan peran aktif berbagai pihak agar kesadaran dan keterampilan finansial generasi muda dapat terus berkembang.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai laju adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan Milenial berjalan sangat cepat, sehingga penguatan literasi harus dilakukan dengan pendekatan yang sejalan dengan dinamika dunia digital. Ia menekankan bahwa inovasi fintech perlu dibarengi dengan edukasi dan perlindungan konsumen agar pemanfaatan layanan keuangan digital dapat berlangsung secara sehat.

Sebagai platform pendanaan digital yang berizin dan diawasi OJK, Easycash memandang literasi keuangan sebagai fondasi penting dalam membentuk perilaku finansial yang berkelanjutan. MOJANG dikembangkan bersama AFTECH dan IARFC Indonesia dengan pendekatan ringan dan kontekstual, mencakup topik pengelolaan keuangan, manajemen utang, reputasi kredit, serta pemahaman terhadap perbedaan layanan keuangan legal dan ilegal.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengatakan MOJANG hadir untuk mendampingi generasi muda dalam memahami risiko dan tanggung jawab finansial. Menurutnya, dengan pemahaman yang tepat sejak awal, Gen Z dan Milenial dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak tanpa mengorbankan rencana jangka panjang mereka.

Modul ini juga menyoroti pentingnya reputasi kredit sebagai aset jangka panjang yang kerap diabaikan generasi muda. Cara mengelola utang dan memenuhi kewajiban pembayaran akan tercermin dalam rekam jejak kredit, yang pada akhirnya memengaruhi akses terhadap berbagai layanan keuangan di masa depan.

President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menilai pemahaman tentang reputasi kredit menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya kasus gagal bayar. Ia menegaskan bahwa persoalan finansial sering kali bukan terletak pada produk, melainkan pada minimnya literasi, sehingga edukasi praktis seperti MOJANG dibutuhkan agar generasi muda tidak terjebak pada risiko jangka panjang.

Melalui MOJANG, AFTECH, Easycash, dan IARFC Indonesia berharap dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan finansial yang lebih sehat di kalangan Gen Z dan Milenial. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap layanan keuangan digital, tetapi juga memperkuat kesadaran akan risiko dan tanggung jawab finansial sejak dini. (mas)

Artikel Terkait