iFortepay dorong UMKM adopsi QRIS tanpa rekening baru

07:09:00 | 11 Feb 2026
iFortepay dorong UMKM adopsi QRIS tanpa rekening baru
JAKARTA (IndoTelko) - PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay) memperluas dukungan terhadap digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghadirkan layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran digital tanpa perlu membuka rekening bank baru.

Mengacu pada data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, jumlah UMKM di Indonesia telah melampaui 64 juta unit pada 2025 dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di tengah akselerasi transformasi digital, ketersediaan sistem pembayaran nontunai yang mudah diakses dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM.

CEO iFortepay, Valerino Wijaya, mengatakan masih banyak pelaku usaha kecil yang menghadapi kendala administratif saat ingin mengadopsi pembayaran digital. Melalui solusi QRIS tanpa kewajiban membuka rekening baru, iFortepay berupaya memperluas inklusi keuangan digital di sektor UMKM.

“Banyak UMKM belum terlayani optimal karena proses pendaftaran yang rumit. Kami menghadirkan solusi yang lebih sederhana agar pelaku usaha dapat langsung mengadopsi pembayaran digital dan fokus mengembangkan bisnisnya,” ujar Valerino.

Meski pemerintah terus mendorong inklusi keuangan, proses registrasi yang kompleks dan persyaratan administratif masih menjadi hambatan utama bagi UMKM untuk menerima pembayaran nontunai. Menjawab tantangan tersebut, iFortepay menyederhanakan pendaftaran QRIS dengan persyaratan dasar, seperti KTP, swafoto dengan identitas, serta informasi usaha.

Melalui platform iFortepay, merchant UMKM dapat mengelola transaksi secara real-time, baik menggunakan QRIS statis maupun dinamis. Sistem ini juga dilengkapi pemantauan status transaksi, struktur biaya yang kompetitif, serta fitur pengunduhan laporan keuangan langsung dari aplikasi.

“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang praktis, transparan, dan terjangkau. Kami ingin memastikan teknologi tidak menjadi beban, melainkan enabler bagi pertumbuhan usaha,” tambah Valerino.

Saat ini, segmen UMKM menjadi kontributor terbesar dalam basis merchant iFortepay, dengan volume transaksi mencapai sekitar 1,2 juta transaksi per bulan. Pada tahap awal pengembangan produk QRIS ini, iFortepay menargetkan peningkatan transaksi hingga lima kali lipat sepanjang 2026, seiring bertambahnya adopsi merchant dan preferensi konsumen terhadap pembayaran digital.

Berbekal pengalaman sejak 2015, iFortepay mengoperasikan sistem pembayaran terintegrasi sebagai single point of contact yang mendukung lebih dari 20 metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, virtual account, direct debit, e-wallet, hingga QRIS. Merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai platform, termasuk OVO, DANA, LinkAja, serta seluruh aplikasi mobile banking di Indonesia.

Selain melayani UMKM dan bisnis lokal, iFortepay juga berperan sebagai penyedia infrastruktur pembayaran bagi sejumlah perusahaan, seperti XLSMART, Blibli, BCA Finance, tiket.com, dan BIMC Hospital.

“Dengan dukungan jaringan Protelindo dan Djarum yang tersebar luas, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak UMKM, termasuk di wilayah yang belum terlayani optimal. Kolaborasi dengan regulator dan ekosistem industri menjadi kunci untuk membangun ekonomi digital yang lebih inklusif,” tutup Valerino. (mas)

Artikel Terkait