Indonesia tertinggi dalam indeks kebahagiaan kerja APAC

07:39:00 | 04 Feb 2026
Indonesia tertinggi dalam indeks kebahagiaan kerja APAC
JAKARTA (IndoTelko) - Jobstreet by SEEK merilis laporan terbarunya bertajuk Workplace Happiness Index yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan kerja tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Laporan ini disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan lembaga riset Nature pada OktoberNovember 2025 terhadap sekitar 1.000 responden usia produktif di Indonesia.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 82% pekerja di Indonesia mengaku merasa bahagia atau sangat bahagia di tempat kerja. Capaian ini melampaui negara lain dengan pasar tenaga kerja yang lebih kompetitif, seperti Hong Kong (47%), Singapura (56%), dan Australia (57%). Selain itu, 86% responden merasa dihargai di tempat kerja, sementara 75% menyatakan pekerjaan mereka memberikan kepuasan secara personal.

Meski kompensasi masih menjadi faktor penting, dengan 54% responden menginginkan gaji yang lebih tinggi, laporan ini menegaskan bahwa kebahagiaan kerja tidak semata ditentukan oleh pendapatan. Faktor non-finansial seperti keseimbangan kehidupan dan pekerjaan serta makna dari pekerjaan justru menjadi pendorong utama. Hubungan dengan rekan kerja (77%), lokasi kerja (76%), dan rasa memiliki tujuan kerja (75%) menjadi aspek yang paling memengaruhi kebahagiaan pekerja Indonesia.

Di sisi lain, tantangan tetap muncul. Tingkat stres masih dirasakan oleh 44% responden, sementara 56% mengaku terbebani oleh tuntutan pekerjaan. Faktor kepemimpinan senior juga menjadi sorotan, dengan tingkat kepuasan sebesar 64%, menandakan masih adanya ruang perbaikan dalam komunikasi dan transparansi manajemen.

Acting Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa gaji yang kompetitif memang penting, namun kebahagiaan jangka panjang lebih erat kaitannya dengan makna kerja dan keseimbangan hidup. Menurutnya, peran pemimpin sangat krusial dalam membangun komunikasi terbuka serta memberikan apresiasi yang jelas terhadap kontribusi karyawan.

Laporan ini juga mengungkap adanya kesenjangan kebahagiaan atau happiness gap antar generasi. Generasi X mencatat tingkat kebahagiaan tertinggi sebesar 85%, diikuti oleh Milenial dengan 84%. Sebaliknya, Gen Z berada di posisi terendah dengan 76%, dipengaruhi oleh perasaan kurang dihargai dan kesulitan mengaitkan pekerjaan harian dengan tujuan jangka panjang.

Dari sisi sektor industri, bidang teknologi mencatat tingkat kebahagiaan tertinggi mencapai 93%, didorong oleh kebanggaan terhadap tempat kerja dan kejelasan arah karier. Secara geografis, Jabodetabek menjadi wilayah dengan pekerja paling bahagia (87%), sementara Wilayah Barat Indonesia mencatat tingkat kebahagiaan terendah sebesar 75%, dipengaruhi oleh perbedaan pendapatan dan akses fasilitas kerja.

Di balik capaian positif tersebut, laporan ini juga menyoroti kekhawatiran terhadap perkembangan teknologi. Sebanyak 42% responden mengaku khawatir kehadiran AI dapat mengancam keamanan pekerjaan mereka, terutama di sektor teknologi. Selain itu, 43% pekerja merasa mengalami kelelahan mental atau burnout, termasuk 40% di antaranya yang mengaku tetap merasa bahagia di permukaan.

Wisnu menegaskan bahwa tingginya tingkat kebahagiaan kerja di Indonesia tidak boleh membuat perusahaan lengah. Menurutnya, angka burnout dan kekhawatiran terhadap AI menjadi sinyal bagi perusahaan untuk lebih proaktif menjaga kesejahteraan mental karyawan.

Melalui laporan ini, Jobstreet by SEEK mendorong perusahaan untuk memperkuat makna kerja di setiap jenjang, memberikan fleksibilitas yang mendukung kehidupan pribadi, serta memahami kebutuhan lintas generasi. Lingkungan kerja yang inklusif dan komunikatif dinilai menjadi kunci agar talenta terbaik tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait