telkomsel halo

Penjualan FMCG eCommerce tembus Rp128 triliun hingga November 2025

05:44:00 | 02 Feb 2026
Penjualan FMCG eCommerce tembus Rp128 triliun hingga November 2025
JAKARTA (IndoTelko) Penjualan produk fast moving consumer goods (FMCG) di kanal e-commerce Indonesia mencapai Rp128 triliun secara year to date (YTD) hingga November 2025 berdasarkan FMCG E-commerce Outlook Report 2026 yang dirilis Compas.co.id, tumbuh 27,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut mencerminkan semakin matangnya ekosistem belanja digital nasional. Pertumbuhan tidak hanya didorong peningkatan konsumsi, tetapi juga perubahan perilaku konsumen yang mulai menjadikan e-commerce sebagai bagian dari gaya hidup harian.

CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata menilai konsumen digital kini lebih selektif dan berorientasi pada kualitas hidup.

“Perilaku konsumen di 2025 menunjukkan pergeseran yang signifikan. E-commerce tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi menjadi medium bagi konsumen untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Dari sisi platform, Shopee masih memimpin pasar dengan pangsa 55,9%. Sementara itu, Shop Tokopedia Group mencatat pertumbuhan nilai transaksi tertinggi sebesar 60% hingga mencapai Rp50,2 triliun. Peningkatan ini didorong konsep discovery commerce yang menggabungkan konten, hiburan, dan aktivitas belanja.

Sejumlah kategori FMCG turut mencatat pertumbuhan menonjol. Kategori makanan dan minuman (F&B) naik 31% menjadi Rp26,2 triliun, dengan sub-kategori kopi melonjak 120% seiring meningkatnya konsumsi kopi di rumah.

Kategori kecantikan tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 52,1% dari total penjualan FMCG e-commerce. Di dalamnya, parfum dan wewangian tumbuh 53% hingga Rp6,1 triliun, menandakan produk tersebut semakin menjadi kebutuhan harian.

Pada kategori perawatan rumah tangga, penjualan meningkat 30% menjadi Rp4 triliun, didorong produk pengharum ruangan yang tumbuh 65%. Sementara kategori kesehatan naik 21%, dengan suplemen kecantikan mencatat lonjakan tertinggi hingga 81%.

Memasuki 2026, Compas.co.id memproyeksikan tren pertumbuhan FMCG e-commerce masih berlanjut. Strategi brand diperkirakan bergeser pada retensi pelanggan melalui pendekatan berbasis data, bundling produk, serta optimalisasi berbagai kanal penjualan.

“Setiap platform memiliki karakter audiens yang berbeda. Brand perlu memahami pemicu pembelian di masing-masing kanal agar strategi pemasaran dan distribusi lebih efektif,” tutup Hanindia.

GCG BUMN
Laporan lengkap FMCG E-commerce Outlook 2026 dapat dimanfaatkan pelaku industri sebagai acuan penyusunan strategi bisnis berbasis data ke depan. (ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories