Di Hari Kartini, Pluang perluas akses finansial perempuan Indonesia

04:30:00 | 21 Apr 2023
Di Hari Kartini, Pluang perluas akses finansial perempuan Indonesia
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Peringatan Hari Kartini selalu memberikan warna tersendiri terhadap perjuangan pemberdayaan dan emansipasi perempuan di Indonesia. Kalau Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret, Hari Perempuan Indonesia jatuh setiap tanggal 21 April yakni bertepatan juga dengan hari lahirnya R.A Kartini, pejuang emansipasi kaum perempuan. Kedua momen ini kerap menjadi tugu peringatan untuk perjuangan pemberdayaan perempuan setiap tahunnya, dengan mengapresiasi berbagai pencapaian serta menggalakkan nilai-nilai yang akan diperjuangkan.

Tahun ini, Pluang, aplikasi investasi multi-aset terdepan di Indonesia, turut merayakan Hari Kartini dengan menekankan komitmen untuk terus mendukung perkembangan perempuan di bidang bisnis dan teknologi.

Komitmen ini sejalan dengan dengan tema Hari Perempuan Sedunia tahun 2023, yakni “DigitALL: Innovation and Technology for Gender Equality”. Dukungan terhadap perkembangan perempuan di bidang bisnis dan teknologi juga sejalan dengan visi Pluang untuk memperluas akses keuangan yang inklusif melalui berbagai instrumen aset investasi guna membuka peluang emas yang merata terhadap seluruh kalangan, termasuk perempuan. Hal tersebut disampaikan Pluang di berbagai kesempatan perayaan Hari Perempuan Sedunia pada bulan Maret 2023.

Pada acara “Women Just Wanna Have ‘FUNds’” yang diadakan oleh Microsoft pada 17 Februari 2023 lalu, Head of Corporate Communications Pluang Kartika Dewi mengatakan, investasi adalah alat penting untuk membangun kekayaan dan kemandirian finansial, dan sangat penting bagi perempuan untuk memiliki akses yang sama terhadap peluang ini. “Perempuan sering menghadapi tantangan unik dalam berinvestasi, seperti kesenjangan upah, jeda karir, dan harapan hidup yang lebih lama, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Oleh karena itu penting untuk memberi perempuan akses pendidikan dan sumber daya yang mumpuni untuk membantu mereka menavigasi dunia investasi dan mencapai tujuan keuangan mereka,” jelasnya.

Untuk memastikan kemajuan menuju kesetaraan gender dalam berinvestasi terus berlanjut, pelaku industri perlu mengambil langkah nyata untuk mengatasi hambatan yang dihadapi perempuan. Ini termasuk menyediakan program pendidikan dan pelatihan, pendampingan dan kesempatan berjejaring, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Lebih dari itu, diperlukan upaya untuk menghilangkan bias dan stereotip yang melanggengkan ketidaksetaraan gender dan memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang sama ke peluang investasi.

Pada acara ini, Kartika dengan bangga menyampaikan bahwa jumlah investor perempuan di platform Pluang meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, mencapai hingga 107%. Angka investor perempuan yang memulai perjalanan investasi pertama mereka di Pluang pada tahun 2022 juga melonjak hingga hampir tiga kali lipat. Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya antusiasme perempuan Indonesia untuk berinvestasi lebih banyak secara digital.

Pluang juga mendukung perempuan untuk berkiprah di industri finansial. Berdasarkan data Boston Consulting Group, persentase perempuan di industri teknologi saat ini hanya 32%. Bahkan di posisi profesional yang lebih tinggi seperti pendiri startup & investor modal ventura, hanya 3% wanita yang terlibat. Hal ini juga disampaikan Kartika dalam acara “Women in Fintech: Memaksimalkan Potensi Perempuan dalam Peningkatan Inklusi Keuangan Digital melalui Fintech” yang diselenggarakan oleh @America pada 17 Maret lalu.

Pluang telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah perempuan yang mengambil peran kepemimpinan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri finansial dalam beberapa tahun terakhir. Pluang beranggapan bahwa sangatlah penting untuk mengenali dan merayakan pencapaian tersebut, sembari memahami bahwa masih banyak upaya yang diperlukan untuk memastikan kesempatan dan keterwakilan yang sama untuk semua.

Dijelaskan Kartika, untuk mendorong inklusi perempuan dalam fintech, penting untuk merumuskan solusi dan rekomendasi yang disepakati bersama. “Dengan berkolaborasi dan berbagi praktik terbaik dalam melibatkan perempuan, pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan perempuan dalam mengakses layanan keuangan digital. Dengan upaya bersama, hal ini akan memastikan perempuan memiliki akses yang lebih setara ke layanan keuangan yang mereka butuhkan untuk berkembang di dunia digital saat ini. Karena, if you educate a man, you educate an individual. But if you educate a woman, you educate a nation,” ujarnya. (mas)

Artikel Terkait
Telkom DES
More Stories