telkomsel halo

TKDN lebih dari 40%, Volta dapat insentif kendaraan listrik

06:46:14 | 07 Mar 2023
TKDN lebih dari 40%, Volta dapat insentif kendaraan listrik
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX), member dari grup PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS) Volta, resmi mendapatkan insentif kendaraan listrik dari pemerintah Indonesia. Sesuai dengan Konferensi Pers mengenai Insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang diadakan oleh Pemerintah kemarin (6/2).

Pemerintah memutuskan memberikan bantuan atau subsidi senilai Rp 7 juta per motor listrik kepada 200.000 unit motor mulai 20 Maret 2023 sampai dengan Desember 2023. Salah satu syarat motor listrik yang diberikan bantuan subsidi adalah memiliki kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40%, Volta sendiri telah menggunakan 47,6% komponen dalam negeri.

Insentif kendaraan listrik diberikan pemerintah sebagai bagian dari upayanya untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan yang akan mengurangi dampak negatif dari transportasi berbahan bakar fosil.

Dalam konferensi persnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, insentif kendaraan listrik sebagai percepatan program KBLBB ini didorong oleh alasan peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi, serta terwujudnya energi bersih. Hal ini tentu sejalan dengan misi Volta dalam mewujudkan era baru energi bersih melalui pengembangan transportasi ramah lingkungan yang dilengkapi teknologi terdepan.

Sementara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangannya menyebutkan, calon pembeli datang dan dealer akan memeriksa NIK pada KTP. “Di situ akan dilihat apakah dia berhak mendapat bantuan, apabila setelah dicek dalam sistem mereka memang berhak mendapat bantuan maka pembeli akan langsung mendapat potongan harga,” katanya.

Adanya insentif ini, Volta optimis dapat meningkatkan daya saingnya di pasar kendaraan listrik Indonesia. Pabrik Volta yang berlokasi di Semarang memiliki kapasitas produksi yang mumpuni. Dengan menggunakan teknologi terkini dan tenaga ahli yang handal, pabrik Volta mampu memproduksi kendaraan listrik dengan kualitas yang unggul dan efisien serta dapat memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang besar.

Direktur Volta Willty Awan menyampaikan, pihaknya senang dengan keputusan pemerintah untuk memberikan insentif kendaraan listrik kepada masyarakat. “Insentif ini tentu akan membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Volta telah menyiapkan dengan baik kapasitas produksi motor listrik untuk memenuhi permintaan pasar. Seiring dengan inovasi produk yang terus kami kembangkan, kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan komponen TKDN pada motor listrik Volta dan menghasilkan produk motor listrik yang berkualitas tinggi. Dengan dukungan insentif dari pemerintah dan kesiapan produksi yang baik, Volta siap untuk berkontribusi dalam meningkatkan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pemain utama dalam pasar kendaraan listrik di masa depan,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT NFC Indonesia Tbk Abraham Theofilus menambahkan, pihaknya sepenuhnya yakin bahwa insentif ini akan memberikan dorongan positif bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. “Kami terus berkomitmen dalam memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dan meningkatkan pertumbuhan sektor bisnis energi bersih dengan dukungan dari ekosistem grup. Hingga saat ini Volta telah berkontribusi mengurangi emisi karbon (carbon saving) sebesar lebih dari 3.300 ton CO2 dan mencapai lebih dari 100.000.000 kilometer jarak tempuh penggunaan,” katanya.

Volta telah memperkenalkan berbagai inovasi model motor listrik, di antaranya adalah Volta 401, Volta edisi ‘Virgo and The Sparklings’ dan ‘Mandala’ yang merupakan hasil kolaborasi bersama Bumilangit. Volta juga telah didukung dengan infrastruktur kendaraan listrik yang masif seperti tersedianya stasiun Sistem Ganti Baterai (SGB) di 236 titik dan 96 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
Saham Supermicro naik 18%