telkomsel halo

Penggunaan Pay Later naik 10 kali lipat selama 2022

09:12:00 | 13 Jan 2023
Penggunaan Pay Later naik 10 kali lipat selama 2022
JAKARTA (IndoTelko) Perusahaan payment gateway dan teknologi keuangan di Indonesia, Xendit Group, membagikan tren pembayaran digital selama tahun 2022, serta pembaruan bisnis dan proyeksi bisnisnya di tahun 2023. Sepanjang tahun 2022, Xendit Group telah memproses lebih dari 200 juta transaksi pembayaran digital di Indonesia dengan nilai total volume transaksi mencapai lebih dari $20 miliar (sekitar Rp300 triliun), naik 30% dibandingkan tahun lalu.

Saat ini, jumlah merchants aktif yang dilayani Xendit Group mencapai 3.500 pelaku usaha, yang terdiri dari 70% merchant UKM dan 30% perusahaan. Lewat pendanaan baru yang diperoleh pada tahun 2022, Xendit Group berupaya untuk menyusun strategi pengembangan bisnisnya dan merencanakan ekspansi, baik secara lini bisnis maupun jangkauan negara. Perusahaan ini juga telah bekerjasama meluncurkan saluran pembayaran baru untuk melayani merchant dengan lebih baik, misalnya dengan CIMB Niaga, AstraPay, Jenius Pay, dan Atome (layanan kredit tanpa kartu).

Awal tahun ini, Xendit Group mengumumkan kehadirannya di Malaysia, hal ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan infrastruktur pembayaran terdepan di Asia Tenggara. November 2022 lalu, Xendit Group juga telah meluncurkan Aplikasi Nex yang dikembangkan oleh PT Nex Teknologi Digital (NTD) yang bekerja sama dengan PT BPR Xen. Xendit Group memperkuat komitmennya untuk terus berinovasi dan membangun infrastruktur keuangan digital di Indonesia serta mendukung roadmap pemerintah untuk pengembangan industri.

Xendit Group juga berkomitmen mendukung pemerintah memajukan perekonomian digital di Indonesia. Salah satunya dengan partisipasi Xendit Group pada berbagi program multi-stakeholders, seperti penyelenggaraan Indonesia Fintech Summit (IFS) 2022 dan Bulan Fintech Nasional (BFN) pada November lalu. Selain itu, Xendit Group juga bermitra dengan SMESCO, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Brightspot untuk mengadakan acara Xendit Pasar Nusa Dua ke-2 di ITDC Nusa Dua Bali. Sebagai langkah komitmen lebih jauh, Xendit Group juga berkolaborasi dengan BPJAmsostek, menyediakan sistem payment gateway yang memudahkan pelanggan BPJAmsostek untuk melakukan pembayaran berulang (recurring payment).

Xendit Group juga merilis rangkuman data yang berjudul "Tren Pembayaran Digital Indonesia 2022". Pada rangkuman data ini tergambarkan frekuensi penggunaan layanan Xendit Group oleh merchant.

Beberapa temuan menarik dari Xendit Group antara lain :

1.Virtual Account jadi metode pembayaran paling populer. Dari 200 juta transaksi yang diproses oleh Xendit Group, mayoritas (36%) diantaranya adalah dengan transfer Virtual Account. Selain Virtual Account, penggunaan e-Wallet dan kartu kredit menempati peringkat kedua dan ketiga sebagai metode pembayaran terpopuler di antara merchant Xendit Group.

2.Pay Later catatkan pertumbuhan 10x lipat. Penggunaan fasilitas pembayaran Pay Later semakin diminati konsumen, terbukti dari volume pembayaran yang meningkat hingga 10x lipat, diikuti dengan kartu kredit (6x lipat) dan e-Wallet (5x lipat) dibandingkan tahun sebelumnya.

3.Sektor wisata dan hiburan bangkit signifikan pasca-pandemi. Xendit Group mencatatkan bahwa sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi di tahun 2022 adalah Pariwisata (181,4%); Hiburan seperti gaming, tiket pertunjukan, tempat wisata (132,5%); dan restoran (68,4%). Sektor-sektor ini mengalami lonjakan transaksi di bulan November-Desember 2022, yang menunjukkan bahwa konsumen kembali membelanjakan uang untuk keperluan hiburan dan rekreasi pasca berakhirnya pandemi.

4.Transaksi tertinggi berada di sektor bisnis jasa. Dari sekian banyak merchant Xendit Group, data menunjukkan bahwa sektor yang mencatatkan frekuensi transaksi paling banyak adalah: jasa (96 juta transaksi), layanan finansial (61,3 juta), dan produk digital (56 juta) seperti voucher game, eBook, dsb.

5.Penggunaan QRIS terus meningkat. Selama tahun 2022, Xendit Group memfasilitasi lebih dari 20 juta transaksi, dengan volume sejumlah $150 juta (sekitar Rp2 triliun). Total volume transaksi ini meningkat 17,25% dari tahun sebelumnya.

Co-Founder dan COO Xendit Group, Tessa Wijaya mengatakan, "Kami melihat bahwa selama beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan volume pada pembayaran digital. Maka itu, kami berharap kedepannya akan semakin banyak pelaku bisnis yang memanfaatkan peluang pertumbuhan digital agar sektor perekonomian bisa bangkit kembali. Xendit Group akan terus berinovasi dan berupaya mendukung pemerintah untuk mewujudkan literasi keuangan digital masyarakat, melalui berbagai kegiatan guna mendukung transformasi digital yang mulus dan lancar bagi merchant dan pelanggan kami."

Xendit Group telah membantu memudahkan pelaku startup dan UMKM untuk dapat memproses pembayaran digital dan meningkatkan skala bisnis mereka. Memiliki lebih dari 3.500 merchant aktif, Xendit Group berhasil unggul karena pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan lokal, serta infrastruktur teknologinya yang berstandar tinggi.

Tahun ini Xendit Group berupaya untuk terus aktif berpartisipasi dalam program pemerintah, asosiasi, UMKM, mitra dan acara nasional lainnya di indonesia. Selain itu, guna mewujudkan literasi keuangan digital masyarakat, Xendit Group juga akan secara aktif andil dalam memberikan edukasi, baik itu dilakukan secara online maupun offline yang berfokus kepada keamanan transaksi dan juga digitalisasi UMKM. (ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
Kinerja INTI mulai membaik