telkomsel halo

Manageengine luncurkan CloudSpend, AWS dan Azure satu kendali

08:30:09 | 03 Nov 2022
Manageengine luncurkan CloudSpend, AWS dan Azure satu kendali
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) -- ManageEngine meluncurkan CloudSpend, sebuah platform yang dapat mengamati kinerja sekaligus mengoptimalkan biaya layanan komputasi awan (cloud computing services). Melalui CloudSpend, bahkan dua layanan komputasi awan terkemuka dunia yaitu Microsoft Azure dan Amazon Web Services (AWS) dapat dipantau kinerja maupun biayanya secara optimal dalam satu unit kendali.

Kemampuan pengendalian dan optimalisasi layanan komputasi awan ini menjadi penting untuk mengatasi kesenjangan antara perencanaan kapasitas dan pengoptimalan biaya untuk sumber daya yang berjalan di lingkungan multicloud. ManageEngine yang merupakan perusahaan manajemen TI di bawah Zoho Corporation telah memprediksi arah pertumbuhan eksponensial penggunaan layanan komputasi awan. Bahkan diyakini belanja untuk layanan ini di seluruh dunia akan mencapai 600 miliar USD pada 2023. 

Hal tersebut antara lain disebabkan layanan komputasi awan telah terbukti fleksibel dan mudah digunakan. Adanya level keamanan yang baik, demikian juga dengan tingkat kesesuaian dan keterukuran membuat perusahaan dapat mencapai tujuan mereka dengan cepat. Namun sayangnya pengguna layanan komputasi awan ini sering berlebihan dengan menyediakan sumber daya yang jauh lebih tinggi dari kebutuhan. Pada akhirnya hal ini menyebabkan sebagian sumber daya cloud kurang dioptimalkan, atau bahkan di beberapa kasus sama sekali tidak dimanfaatkan dan sia-sia. 

CloudSpend menargetkan pertumbuhan biaya adopsi Azure dan AWS yang sedang berkembang di antara penyedia layanan komputasi awan. Menurut Laporan Survei Status Manajemen TI ManageEngine, 35% perusahaan di dunia telah mengadopsi lingkungan multicloud, di mana 63% di antaranya menggunakan AWS dan Azure.

“Layanan komputasi awan ini sebenarnya tujuan digunakannya untuk mengurangi pengeluaran modal, tapi justru secara tidak sadar membuat keuangan perusahaan berdarah-darah secara sistematis. Di dunia cloud-native di mana organisasi mengandalkan cloud publik untuk transformasi digital mereka, kemampuan pemantauan, pengendalian dan optimalisasi sangatlah untuk merampingkan operasi sekaligus menghemat sebagian besar uang yang dihabiskan di dalamnya," kata Gibu Mathew, Vice President  Zoho Corporation.

Dengan pemantauan yang dilakukan Artificial Intellegence (AI) selama 24 x 7, analisis yang dihasilkan mampu mendapatkan nilai bisnis untuk setiap dolar yang dihabiskan untuk layanan komputasi awan.

Beberapa fitur penting CloudSpend yang dapat membantu para pengguna AWS dan Azure misalnya perusahaan dapat menentukan batas anggaran untuk akun AWS dan Azure serta menerima pemberitahuan saat pengeluaran melebihi anggaran. CloudSpend juga dapat memberikan prediksi pengeluaran berdasarkan data historis. 

Selain itu ada fitur Unit Bisnis dan Tolak Bayar yang memungkinkan perusahaan dapat menandai unit yang bertanggung jawab pada penggunaan layanan komputasi awan, baik secara proyek, departemen, tim bahkan pelanggan. Tentu CloudSpend juga menyediakan fitur pelengkapnya yaitu Resource Explorer dengan visibilitas out of the box dilengkapi sembilan jenis penanda yang dapat digunakan untuk memotong pengeluaran perusahaan untuk AWS dan Azure. Melalui fitur ini perusahaan mendapatkan laporan rutin terkait akun-akun yang terhubung, jenis layanan, hingga wilayah.  

CloudSpend juga memiliki kemampuan melakukan memperbaiki sumber daya cloud melalui otomatisasi TI yang berintegrasi secara mulus dengan beberapa penyedia pihak ketiga untuk melacak pengeluaran di seluruh vendor. Semua fitur tersebut membuat CloudSpend mampu menyediakan kebutuhan utama bagi para perencana keuangan hingga tim TI di perusahaan untuk merampingkan pengeluaran modal sehingga mampu meningkatkan skala bisnis tanpa membuang sumber daya.

Pengalaman bisnis yang kuat secara global membuat CloudSpend juga mendukung banyak mata uang dalam sistemnya, sehingga memungkinkan tim keuangan dan TI memantau biaya dari 25 lokasi geografis yang berbeda untuk berbagai transaksi. 

Bakti
Platform CloudSpend tersedia untuk bisnis dalam semua ukuran di industri apapun. Sebuah organisasi bahkan dapat melacak pengeluaran untuk AWS dan Azure hingga 3.000 USD secara gratis. Versi berbayarnya dimulai dari 0,8% tagihan bulanan AWS dan Azure juika kisarannya antara 3.000 USD-100.000 USD dan 0,5% jika pengeluaran bulanannya lebih dari 100.000 USD. (sar)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year