telkomsel halo

Keuntungan Tower Bersama naik 54% di 2021

09:10:37 | 23 Mar 2022
Keuntungan Tower Bersama naik 54% di 2021
CFO TBIG Helmy Yusman Santoso
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 54% dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,54 triliun.  

Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Senin (21/3), disebutkan bahwa peningkatan pendapatan berkisar 16% dari Rp 5,32 triliun menjadi Rp 6,17 triliun pada 2021.  

Perseroan juga mencatatkan defisi revaluasi senilai Rp 151,87 miliar pada 2021, dibndingkan surplus revaluasi kerugian aktuaria mencapai Rp 3,40 triliun tahun lalu. Hal iini menjadikan laba penghasilan komprehensif tahun berjalan turun dari Rp 4,39 triliun menjadi Rp 1,36 triliun.

Per 31 Desember 2021, TBIG memiliki 39.088 penyewaan dan 20.578 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 20.466 menara telekomunikasi dan 112 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 38.976, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,90.

“2021 merupakan tahun dengan rekor pertumbuhan, dengan pertumbuhan organik yang kuat serta akuisisi portofolio menara. Pada tahun 2021, kami menambahkan 7.633 penyewaan kotor yang terdiri dari 4.348 sites telekomunikasi dan 3.285 kolokasi ke portofolio kami," ungkap CEO TBIG Hardi Wijaya Liong.

Per 31 Desember 2021, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp27.967 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp5.386 miliar.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp629 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp27.338 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp4.757 miliar.

Menggunakan EBITDA triwulan keempat 2021 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 0,8x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,7x

Bakti
“Kami memiliki struktur utang yang konservatif – sumber pendanaan yang terlindung nilai sepenuhnya, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, dan komitmen atas ketersediaan dari pinjaman yang belum ditarik. Pada akhir Oktober, kami menetapkan penawaran surat utang dengan tenor 5.5 tahun dan jumlah keseluruhan sebesar US$400 juta dengan tingkat suku bunga 2,80% surat utang tanpa jaminan yang didahulukan, yang merupakan spread paling minimal dari obligasi korporasi non-BUMN Indonesia. Selain itu, kami juga terus secara reguler mengakses pasar Obligasi Rupiah melalui program Obligasi Rupiah Berkelanjutan V yang berlaku sampai Agustus 2023,” tutur CFO TBIG Helmy Yusman Santoso.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year