Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Paques sarankan pebisnis manfaatkan Big Data

13:07:52 | 11 Mar 2022
Paques sarankan pebisnis manfaatkan Big Data
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan teknologi dalam mengoptimalkan kinerjanya. Data Bloomberg menunjukkan, empat dari lima perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia merupakan perusahaan teknologi.

CEO & Product Creator of Paques Benni Adham mencatat empat perusahaan teknologi tersebut adalah Apple, Microsoft, Alphabet (Google), dan Amazon. Sementara Aramco menjadi satu-satunya perusahaan sektor energi dengan valuasi terbesar.

"Apple sebelum Covid-19 nilai valuasinya US$ 1 triliun dolar, sekarang mereka US$ 2,8 triliun. Microsoft sebelumnya US$ 400 juta, sekarang US$ 2,2 triliun. Begitu juga Google, yang sekarang bernilai US$ 1,6 triliun. Mereka  pesatnya berkat digitalisasi ini," kata Benni saat membuka webinar Bincang Big Data 'Take a Peek in Your Data, Know Your Business'.

Benni menjelaskan, Amazon sebagai marketplace terbesar di dunia bisa meningkatkan pundi-pundi uangnya berkat pemanfaatan Big Data dari seluruh pelanggan mereka.

"Amazon bisa tracking profile customer mereka, sampai barang dan layanan kebutuhan yang mereka cari yang disediakan Amazon. Mereka menjaga stickyness para pelanggannya, sehingga kalau butuh barang atau layanan apapun bisa dicari di Amazon," jelasnya.

Amazon menurut Benni juga melakukan agregat data secara global. Mereka bisa tahu kesukaan dan kebutuhan pelanggan setiap daerah, sesuai dengan demografi dan kebiasaan berbelanjanya. Dengan mengetahui semua ini, Amazon bisa mempromote produk sesuai yang diinginkan customer. Mereka membangun value added services yang mengangkat kinerja Amazon itu sendiri. 

"Hal-hal seperti ini dibutuhkan untuk meningkatkan bisnis. Jadi terbukti big data bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis suatu perusahaan, termasuk mengurangi pengeluaran atau efisiensi terhadap supply chain mereka," papar Benni.

Namun bagi perusahaan yang hendak memanfaatkan big data, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Diantaranya adalah biaya yang tinggi, teknologi, kecepatan akses data, fleksibilitas laporan data, serta value yang bisa dihadirkan dengan effort yang telah dikeluarkan. 

"Disinilah Paques hadir untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Bagi kami big data seharusnya mudah didapatkan dalam rentang waktu yang singkat, memiliki value yang dapat digunakan dengan baik serta teknologi yang tepat guna dan fleksibel. Paques memiliki beberapa kriteria unggul diantaranya, support kecerdasan buatan, teknologi pengolahan data dengan cepat, pertumbuhan data yang luas, ekplorasi oleh data scientist serta data yang dapat divisiualisasikan dengan baik," ungkap Benni.

Selain itu, Paques juga berinovasi dengan PQL (Paques Query Language) yakni sebuah versi updated dari SQL yang memudahkan pengguna untuk mempelajari data dengan perfoma yang tinggi. 

Hal-hal tersebut menjadikan Paques menjadi One Stop Shop Data Analytics Solution, dengan berbagai inovasi-inovasinya untuk membantu perusahaan dalam mengolah datanya. Sebagai informasi tambahan, Paques saat ini sudah menggandeng sejumlah perusahaan ternama seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Bursa Efek Indonesia, Bank Mandiri, Kemkominfo, Polri dan lain sebagainya.

Telkomsel 
Bagi perusahaan telekomunikasi dengan jumlah pelanggan lebih dari 180 juta, pemanfaatan big data dengan bantuan Paques bukanlah hal baru bagi Telkomsel.

General Manager Network Service Assurance Wahyudi Chandra, Telkomsel Sumbagsel menceritakan perkenalan perusahaannya dengan Paques adalah saat terjadinya gempa bumi di Sulawesi pada 2018 lalu.

"Tahun 2018 ada gempa Palu, Telkomsel diminta BNPB mengidentifikasi dampaknya ke masyarakat karena mereka tahu di Sulawesi market share kami 75%. Kami berkomitmen support itu dan ternyata tidak mudah karena waktu itu infrastruktur big data masih baru," jelas Wahyudi.

Untuk mempercepat penyajian data yang dibutuhkan BNPB, Telkomsel menurut Wahyudi memutuskan untuk menggandeng perusahaan lokal.

"Kami ajak kerjasama Paques untuk olah data secara cepat, karena BNPB minta data cepat diberikan untuk memberi bantuan ke masyarakat. Waktu itu kami sudah bekerja sama dengan platform luar negeri, namun kemudian kami beralih ke Paques karena motivasi Telkomsel adalah memprioritaskan bekerja sama dengan perusahaan Indonesia," katanya.

Dalam memanfaatkan big data, Wahyudi menuturkan brainware alias manusia pengambil keputusan adalah instrumen terpenting. Karena manusia itulah yang menentukan data apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis perusahaan ke depan.

"Jadi kita sudah tahu dengan data yang dicari itu kita mau ngapain. Setelah brainware baru hardware dan software. Kemudian dalam membuat strategi bisnis, selalu dengarkan kebutuhan customer baru menentukan teknologi apa yang akan digunakan untuk mendelivery itu," pungkasnya.

Sementara Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo menuturkan sadar atau tidak sadar pemanfaatan big data oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu pemanfaatan big data adalah oleh toko online atau marketplace. 

Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
"Mereka bisa sediakan rekomendasi produk sesuai pencarian terakhir kita, melalui iklan-iklannya. Lalu rekomendasi ke setiap orang itu berbeda. Kok bisa berbeda setiap orang? Karena si toko online memonitor yang kita search, yang kita beli, mereka juga mengelompokkan dan rekomendasikan barang yang berkaitan berdasarkan pembelian terakhir. Ini disebut customer journey atau customer experience. Mereka bisa mempersonalisasikan kebutuhan pembelian barang kita," kata Onno.

Menurutnya, Paques juga memiliki pengalaman membantu para penjual di Shopee melalui machine learningnya untuk merekomendasikan pembelian barang yang tepat untuk setiap customer.

Bakti
"Menurut saya ini hal yang paling keren dari pemanfaatan big data, adalah kemampuan machine learningnya untuk melakukan klasifikasi dan memprediksi. Karena manusia sebagai pengambil keputusan butuh masukan sebelum melakukan sesuatu. Jadi big data bisa dimanfaatkan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menggunakan machine learning," pungkasnya.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year