telkomsel halo

Revolusi industri hiburan di Indonesia didukung OTT

08:27:20 | 30 Nov 2021
Revolusi industri hiburan di Indonesia didukung OTT
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Imbas pandemi, industri hiburan di tanah Air berubah total. Aktifitas yang dilakukan di rumah pada masa pandemi membuat tingkat konsumsi konten digital semakin meroket. Konsumen Indonesia lebih cepat mengadopsi layanan TV streaming (yang dikenal juga sebagai over-the-top atau OTT) dibandingkan konsumen di negara lainnya. 

Lewat OTT penonton bisa melakukan streaming konten video profesional melalui internet sesuai keinginan, dari perangkat apa saja termasuk Smart TV, komputer pribadi, atau perangkat seluler.

Dan ini tentunya menjadipeluang bagi pengiklan untuk menjangkau dan menjalin interaksi yang lebih bermakna dengan audiens di seluruh perjalanan digital mereka. Pengiklan yang cerdas selalu mengikuti tren dan saat ini semua mata sedang tertuju pada platform OTT. Ada lebih dari 66 juta penonton OTT di Indonesia yang rata-rata menyaksikan 3 miliar jam konten OTT setiap bulan. Hal ini merupakan peluang signifikan bagi pengiklan untuk menjadikan OTT sebagai salah satu kanal yang berkembang pesat untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Faktaya, di Indonesia sangat terbatasnya jumlah orang yang bersedia membayar untuk berlangganan platform OTT. Ini menjadi berita yang baik untuk para pengiklan karena berdasarkan penelitian The Trade Desk dan Kantar, 95% penonton OTT bersedia untuk menonton iklan demi menonton konten secara gratis. Dari jumlah tersebut, 9 dari 10 bersedia menerima dua atau lebih iklan per jam demi konten gratis — menjadikan konsumen Indonesia salah satu yang paling toleran terhadap iklan di Asia Tenggara.

Selanjutnya, penerimaan konsumen terhadap model OTT yang didukung iklan ditambah dengan pertumbuhan platform OTT yang mendukung kehadiran iklan, membuka kesempatan yang besar bagi para pengiklan untuk mencapai tujuan kampanye mereka. Saat ini, platform OTT telah menyediakan penempatan iklan yang baru, menggabungkan kualitas konten televisi yang menarik perhatian dengan kemampuan targeting yang sangat tinggi dari saluran digital.

Lewat The Trade Desk yang berbasis data dan terdepan di industri, pengiklan dapat mengakses pasar inventori premium yang menyediakan berbagai pilihan OTT dan memanfaatkan seluruh potensi dari iklan digital berbasis data.

Berikut beberapa fakta menarik mengenai iklan OTT:
1. Beriklan di OTT memungkinkan brand untuk beriklan melampaui metrik kampanye tradisional yang hanya berdasarkan reach (jangkauan) dan frekuensi
 - Pengiklan dapat mengaplikasikan data pada strategi beriklan di platform OTT yang sebelumnya tidak mungkin di periklanan TV tradisional
- Lebih dari sekadar reach dan frekuensi, para pengiklan bisa mendapatkan insight kampanye mereka lebih mendalam dengan menggunakan metrik yang benar-benar mereka butuhkan – dari brand lift insights ke ad engagement rates sampai skala dunia
 nyata seperti jumlah penjualan dan pengunjung.
 
2. OTT memberikan ruang bagi pengiklan untuk mengontrol frekuensinya
- Layaknya konsumen yang melek digital (digital savvy) pada umumnya, penonton di OTT suka mengonsumsi berbagai macam konten digital dengan beberapa perangkat
- Pengiklan bisa mengatur batasan frekuensi di berbagai saluran media, dari situs web
sampai aplikasi mobile, streaming music, hingga platform OTT
- Pembatasan frekuensi secara real-time dapat memberikan pengalaman yang lebih
positif bagi audiens dan juga lebih efektif dalam segi anggaran

3. Iklan diseluruh platform OTT dapat membantu pengiklan menjangkau audiens secara lebih efektif
 - Saat ini konsumen dimanjakan dengan berbagai macam pilihan; 82% penonton OTT
 menggunakan lebih dari satu OTT platform.
- The Trade Desk membantu brand untuk mengonsolidasikan anggaran beriklan
mereka dan mendistribusikannya ke berbagai platform OTT di Indonesia untuk menghasilkan kampanye yang efektif dan efisien.
 

Salah satu contohnya adalah merek lokal, Gondowangi yang kini berada di garis depan periklanan digital. Sejak beberapa tahun lalu, Gondowangi telah sepenuhnya mengadopsi iklan digital berbasis data sebagai cara untuk menjangkau dan menjalin interaksi secara efektif dengan audiens mereka. NATUR adalah merek perawatan rambut organik berkualitas dari Gondowangi. sebelumnya NATUR sering dikaitkan dengan generasi yang lebih tua. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang meminati penggunaan bahan-bahan alami dalam produk sehari-hari yang mereka gunakan, NATUR Hair Vitamin adalah produk yang ideal untuk generasi muda. Salah satu dari strategi NATUR adalah untuk meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) di kalangan wanita milenial berusia 18 – 34 tahun di Indonesia.

Saat kampanye berlangsung ditengah penerapan PPKM pada Juli – September lalu, NATUR harus mencari cara yang paling efektif untuk menjangkau audiens baru. NATUR melihat peluang beriklan di OTT, sebuah kanal yang terus mengalami peningkatan jumlah penonton karena masyarakat dihimbau untuk tetap berada di rumah selama PPKM. Bekerja sama dengan The Trade Desk, NATUR menetapkan bahwa target audiens mereka adalah wanita yang juga sering menonton di OTT. The Trade Desk membantu NATUR untuk mengembangkan rencana pembelanjaan iklan untuk mencapai objektif kampanye.

Fakta semasa kampanye, NATUR mendapatkan wawasan berharga, antara lain :
• Target audiens NATUR terbukti tidak loyal pada satu platform OTT. Dengan beriklan di berbagai platform, NATUR dapat mencapai efisiensi iklan lebih maksimal
• Mengelola frekuensi iklan sangat krusial dan akan menghasilkan pengalaman brand (brand experience) yang lebih positif
• Menyeimbangkan ad experience pada seluruh perangkat merupakan pertimbangan penting

Dikatakan Country Manager Indonesia, The Trade Desk, Florencia Eka, tahun lalu, ia  telah melihat bagaimana pengiklan Indonesia semakin meningkatkan anggaran digital marketing mereka di platform OTT, dikarenakan lonjakan jumlah penonton OTT. Hal penting untuk diingat adalah penonton menyaksikan konten di lebih dari satu platform OTT. “The Trade Desk diposisikan secara unik untuk membantu pengiklan mengonsolidasikan anggaran iklan mereka di seluruh platform OTT, yang dapat mengoptimalisasikan anggaran beriklan mereka,” katanya. (ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year