Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Pegipegi dan Traveloka "kuasai" terminal bandara Soekarno-Hatta

05:15:38 | 16 Sep 2019
Pegipegi dan Traveloka
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjalin kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka.

Kerja sama co-branding dengan Pegipegi dilakukan di Terminal 1 dan Traveloka di Terminal 2.

Adapun kerja sama co-branding ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II (AP 2).

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan kerja sama co-branding dengan Pegipegi dan Traveloka berlangsung untuk periode tertentu serta hanya terkait aspek komersial, bukan operasional.

Ini artinya seluruh kegiatan operasional bandara dan kewenangannya tetap melekat di Angkasa Pura II.

"Kerja sama co-branding ini dapat semakin memperkuat brand equity dari masing-masing pihak. Kerja sama ini hanya pada aspek komersial di terminal, sementara keseluruhan operasional terminal sepenuhnya masih di bawah Angkasa Pura II," jelas Agus Haryadi dalam keterangan, Minggu (15/9) malam.

Menurutnya, masing-masing pihak yakni pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Pegipegi dan Traveloka memiliki nama besar. "ami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi seluruh pihak termasuk para penumpang pesawat,” jelas Agus Haryadi.

Melalui kerja sama ini, Pegipegi dan Traveloka dapat memanfaatkan ruang komersial di terminal untuk memperkenalkan produknya dengan tentu saja terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II.

“Pegipegi dan Traveloka dapat memaanfaatkan 80% dari ruang komersial yang ada di terminal. Kerja sama ini juga tidak berdampak pada berubahnya nama terminal, hanya saja Pegipegi dan Traveloka memiliki hak penamaan di belakang nama terminal untuk dicantumkan misalnya di signage," ujar Agus Haryadi.

Diungkapkannya, model kerja sama co-branding seperti ini sudah lazim diterapkan di sektor pelayanan publik terutama di luar negeri. Di dalam negeripun sudah ada kerjasama serupa. "Ya memang kalau di Indonesia belum banyak, dan ini masih tergolong baru, tapi setidaknya sudah ada beberapa tempat di Jakarta," katanya.

Dijelaskannya, strategi co-branding ini merupakan salah satu upaya kami dalam memanfaatkan aset secara maksimal untuk meningkatkan brand equity dan turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan," jelas Agus Haryadi

Sementara CMO Transport Traveloka Dionisius Nathaniel dalam keterangan menjelaskan dengan kerja sama ini, Traveloka tidak hanya menjadi perusahaan untuk memiliki hak penamaan. Tetapi juga hak untuk menyediakan berbagai pelayanan dan instalasi kepada pengguna jasa.

Nantinya, secara bertahap Traveloka juga akan memberikan sejumlah pelayanan eksklusif. Seperti lounge, check-in counter khusus dan sejumlah layanan lainnya

Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia. Jumlah terminal penumpang pesawat di bandara ini mencapai 3 terminal dengan pergerakan penumpang 60-70 juta orang setiap tahunnya.

Terminal 1 dimanfaatkan untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 2 difokuskan sebagai Low Cost Carrier Terminal (LCCT).

Sementara Traveloka adalah salah satu Unicorn nusantara dimana berdasarkan data Crunchbase sudah mengumpulkan modal US$920 juta atau sekitar Rp13,1 triliun.

Pada akhir 2017, Traveloka dikabarkan menerima investasi sekitar US$ 500 juta. Beberapa investor yang terlibat dalam pendanaan itu adalah East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital. Startup ini juga mendapat dana segar dari Expedia US$ 350 juta pada Juli 2017.

Telkom Marketing 2
Traveloka adalah startup teknologi pertama Indonesia yang mengembangkan bisnisnya ke Asia Tenggara. Layanannya tersedia di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Traveloka mengakuisisi tiga agen travel online alias online travel agencies (OTA), yaitu Pegipegi dari Indonesia, Mytour dari Vietnam, dan Travelbook dari Filipina. Nilai akuisisinya mencapai US$ 66,8 juta atau sekitar Rp 968,6 miliar.

Sebelum dibeli Traveloka, ketiganya merupakan akan usaha perusahaan asal Jepang Recruit Holdings. Semua kepemilikan saham tiga perusahaan itu sudah dipindahkan ke Jet Tech Innovation Ventures Pte Ltd, perusahaan yang terdaftar di Singapura dimana  seluruh sahamnya dikuasai Traveloka dipimpin oleh CEO Ferry Unardi yang merupakan pendiri platform Online Travel Agent (OTA) itu.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma