Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Telkom ungkap kondisi bisnis Halo-halo pasca registrasi prabayar

09:45:11 | 20 Aug 2019
Telkom ungkap kondisi bisnis Halo-halo pasca registrasi prabayar
Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen (tengah), Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi (kedua dari kanan), Vice President Investor Relation Telkom Andi Setiawan (kedua dari kiri), Senior Vice President Financial Planning, Analysis & Business Partner Telkomsel Doni Andriansyah (paling kanan) dan Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo (paling kiri) saat jumpa pers usai acara Public Expose Live 2019 di Jakarta, Senin (19/8).(ist)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengungkapkan industri Halo-halo masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) pasca selesainya registrasi prabayar berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) di 2018.

"Kami survive dari kebijakan registrasi prabayar, kita masih alami growth dibandingkan kompetitor. Tetapi masih banyak PR ke depan yang harus diselesaikan pasca registrasi prabayar tahun lalu," papar Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen pada kesempatan Public Expose Live 2019 dalam rangka peringatan 42 tahun Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin, (19/8).

Harry mengungkapkan, PR pertama yang masih tersisa masalah bisnis Legacy (Suara dan SMS) yang terus menunjukkan penurunan. Kedua, monetisasi layanan data yang belum maksimal karena harga dan trafik yang dilayani tak ideal. Ketiga, mengangkat profitabilitas di segmen pelanggan korporasi.

Dijelaskannya, pada 2019 ini, Telkom berkomitmen dan berupaya untuk terus bertumbuh secara sehat, melalui 3 program utama di tahun 2019.

Pertama, Embracing Best in Class Digital Customer Experience, yaitu mentransformasikan pengalaman terbaik pelanggan dengan melakukan optimalisasi proses bisnis dengan memperkuat aspek system, process, dan people.

Kedua, Intensifying Digital Business, yaitu melakukan ekspansi konektivitas broadband dan mendorong layanan dan solusi digital untuk mempertahankan dominasi pasar, dan ketiga, Driving Smart Initiatives on Cost Effectiveness, yaitu melakukan optimalisasi biaya dengan penekanan pada organisasi, sistem, dan proses bisnis yang lebih ramping serta memaksimalkan kapabilitas group.

Sepanjang semester I/2019 Telkom mencatat kinerja Perseroan yang semakin cemerlang. Hal ini terlihat dari kinerja Perseroan yang kian meningkat, dimana laba bersih tumbuh hingga 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp11,08 triliun.

Sementara itu, pendapatan konsolidasi tumbuh 7,7% menjadi Rp69,35 triliun dan EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) juga mengalami peningkatan sebesar 16,9% menjadi Rp33,12 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari fokus Perseroan terhadap mesin utama pertumbuhan yakni bisnis digital yang konsisten tumbuh dan menunjukkan kinerja signifikan. Bisnis ini tumbuh 22,6% menjadi Rp48,29 triliun atau berkontribusi kepada 69,6% atas total pendapatan konsolidasi. Bisnis digital terdiri dari layanan konektivitas broadband yang tumbuh 24,4% dan layanan digital yang tumbuh 15,6%.

Telkom berupaya menciptakan industri seluler yang sehat dengan menerapkan berbagai strategi marketing dan pricing untuk memonetisasi data, serta terus konsisten melaksanakan pembangunan infrastraktur.  Entitas anak usaha Telkom, Telkomsel yang saat ini tengah fokus terhadap bisnis digital juga menunjukkan kinerja yang semakin baik dengan membukukan Rp45,11 triliun pada pendapatan, Rp24,23 triliun pada EBITDA dan Rp12,71 triliun pada laba bersih dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5%, 9,0% dan 8,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Telkom Marketing 2
Pada bisnis fixed broadband dengan produk IndiHome, hingga akhir Juli 2019, Telkom mencatatkan pertumbuhan impresif dimana total pelanggan IndiHome telah mencapai lebih dari 6 juta atau  tumbuh 45,1% dibanding semester pertama tahun lalu. Hal ini sekaligus memantapkan posisi IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia.

Belanja modal Perseroan di semester 1/2019 ini sebesar Rp15,1 triliun atau 21,8% dari pendapatan. Belanja modal tersebut diperuntukkan bagi pengembangan jaringan dan infrastruktur, untuk mobile maupun fixed broadband. Pada bisnis mobile, belanja modal diperuntukkan bagi pembangunan Radio Access Network (BTS 4G) dan pengembangan sistem IT. Pemanfaatan belanja modal di layanan fixed broadband terutama untuk membangun jaringan akses dan infrastruktur backbone berbasis fiber optic untuk mendukung bisnis broadband seluler maupun fixed line. Sebagian belanja modal juga dimanfaatkan untuk pengembangan proyek lain seperti pembangunan menara.

Angkasa Pura 2
"Dengan kinerja yang telah ditunjukkan hingga tengah tahun 2019, kami optimis Perseroan dapat memberikan kinerja yang semakin baik dibanding tahun 2018,” tutup Harry.(ad)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma