Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

RedDoorz bidik sejuta pemesanan kamar di akhir tahun

11:24:00 | 16 Jul 2019
RedDoorz bidik sejuta pemesanan kamar di akhir tahun
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel, mengumumkan akan mencapai 1 juta pemesanan pada Desember 2019, yang merupakan hasil dari peningkatan bisnis yang berlipat ganda setiap enam bulan. 

Pada Juli 2019, RedDoorz bertumbuh lima kali lebih besar dari tahun-ke-tahun dengan daerah operasi di lebih dari 52 kota di empat negara di Asia Tenggara. 

Baru-baru ini, RedDoorz telah mencapai 500.000 pemesanan kamar, menjadi yang pertama dalam kategori industri perjalanan di Asia Tenggara. Prestasi terbaru ini mengukuhkan posisi RedDoorz sebagai pemimpin dalam industri perjalanan yang sangat kompetitif di Asia Tenggara, melampaui pesaing global.

Founder dan CEO RedDoorz, Amit Saberwal mengungkapkan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah yang akan meningkat hingga 350 juta pada tahun 2022, Asia Tenggara memiliki pasar perhotelan yang besar dan terus berkembang yang dipenuhi dengan berbagai peluang pertumbuhan. 

Menurut Mitra bisnis di perusahaan konsultan RedSeer Roshan Raj Behera, Asia Tenggara memiliki lebih dari 120.000 hotel murah di segmen bintang tiga atau ke bawah pada 2018 - memberikan RedDoorz lingkungan yang tepat untuk tumbuh lebih banyak lagi.  

Phocuswright menyatakan pasar hotel di Asia Tenggara tiga kali lebih besar dari pasar perjalanan India, dan bernilai US$ 17 miliar dan pada 2023 ini diperkirakan akan mencapai US$ 23 miliar. Perjalanan dengan anggaran terbatas sedang mengalami transformasi besar-besaran di Asia Tenggara ketika generasi millenial kelas menengah mengadopsi perjalanan sebagai gaya hidup dengan fokus pada efisiensi biaya.

“Sebagai perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dalam industri akomodasi perjalanan yang terjangkau, kami sangat berkomitmen untuk membangun atmosfer bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan fundamental yang kuat. Wilayah kami menghadirkan peluang yang menarik tetapi tetap memberikan tantangan untuk beroperasi karena memiliki perilaku dan preferensi konsumen yang berbeda dari kota ke kota, bukan hanya negara. Teknologi dan data adalah kunci utama yang membantu kami mengatasi tantangan seperti itu dan kami dengan bahagia mengumumkan bahwa kami telah menggandakan skala kami setiap enam bulan selama dua tahun terakhir berturut-turut," kata Amit Saberwal.

Pencapaian terbaru RedDoorz dapat dikaitkan sebagian dengan strategi hiper-lokal yang diterapkan di semua pasar, di mana RedDoorz telah membangun pemahaman mendalam tentang dinamika lokal yang sedang dilakukan. Aspek kunci lain yang membantu skala perusahaan berkembang begitu cepat adalah fokus pada pengalaman pelanggan sebagai faktor diferensiasi yang jelas di antara pemain kategori lainnya.

Telkom Marketing 2
“Diperkirakan bahwa tingkat hunian di hotel-hotel kelas menengah di Asia Tenggara biasanya berkisar antara 40% hingga 45%, tetapi setelah bergabung dengan RedDoorz, kami melihat adanya peningkatan hingga 80%. Kami menambahkan 200 properti baru ke jaringan kami setiap bulan dan kami berencana untuk meningkatkan ini lebih jauh untuk bulan-bulan yang tersisa di tahun ini. Seiring kami berkembang di seluruh wilayah, kami terus membangun bisnis kami sebagai pilihan utama untuk akomodasi yang berkualitas dan andal,” tambah Saberwal.

Sejak didirikan pada tahun 2015, RedDoorz telah tumbuh secara eksponensial di seluruh Asia Tenggara untuk mengoperasikan lebih dari 1.200 properti di Singapura, Indonesia, Vietnam dan Filipina. Platform ini telah membangun basis pelanggan yang kuat dan loyal sebanyak lebih dari 3 juta orang. Indonesa masih menjadi pasar terbesarnya, di mana RedDoorz memiliki lebih dari 800 properti.

Angkasa Pura 2
Menurut studi e-Conomy SEA 2018 oleh Google-Temasek, perjalanan online adalah yang terbesar dan paling mapan dari empat faktor vertikal dari ekonomi internet di Asia Tenggara, mencapai US$ 30 miliar dalam nilai pemesanan bruto (GBV) pada 2018 dan menuju ke US$ 78 miliar GBV pada tahun 2025.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
pollingkabinetjokowi.jpeg
More Stories
telkom sigma