Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

Divestasi elevenia tunggu restu BKPM

13:18:04 | 02 Nov 2017
Divestasi elevenia tunggu restu BKPM
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT XL Axiata Tbk (XL) mengaku tengah menunggu restu dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menuntaskan transaksi pelepasan saham yang dimilikinya di marketplace itu.

"Posisinya sekarang menunggu kabar dari BKPM agar semua bisa tuntas," ungkap Direktur Keuangan XL Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, di Jakarta, Kamis (2/11).

Sebelumnya, anak usaha Axiata ini menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT XL Planet yang menaungi marketplace elevenia, termasuk juga seluruh saham dari SK Planet Global Holdings Pte. Ltd. (SK Planet), kepada PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd. (Baca: CSPA Elevenia)

XL Axiata memiliki 50% saham kepemilikan di elevenia, sama dengan yang dimiliki oleh SK Planet. Kesepakatan CSPA ini berlaku untuk pengalihan saham yang dimiliki oleh XL Axiata dan SK Planet.

XL bermain eCommerce dengan mendirikan Elevenia.co.id bersama SK Planet Co Ltd dari Korea Selatan.  XL dan SK Planet menyetorkan modal awal sebesar US$ 18,30 juta atau setara Rp Rp 177,6 miliar untuk membentuk perusahaan patungan tersebut. Kedua belah pihak juga mendapatkan porsi kepemilikan saham sebesar 50%.

Paket Semangat Kemerdekaan
Sayangnya, Adlan enggan mengungkap nilai nominal dari transaksi tersebut walau di laporan keuangan kuartal tiga dari XL terlihat ada pendapatan dari kas bersih yang masuk ke perseroan dengan angka Rp 72,5 miliar.(Baca: Transaksi Elevenia)

"Angka pastinya ada di Laporan Keuangan. Sesuai valuasi dari elevenia kok. Hal yang pasti sekarang semua kewajiban XL di elevenia sudah di-take over oleh pemilik baru," katanya. (Baca: Pelepasan elevenia)

HUT RI ke 75
Adlan mengatakan, berat bagi XL untuk bermain eCommerce mengingat model bisnisnya lebih besar pengeluaran dari pendapatan. "Biaya untuk menjadi transaksi itu besar, sementara pendapatan yang diterima tak menutupi. Tiap bulan elevenia itu rugi," tutupnya.(dn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan