JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo membantah informasi yang beredar di media sosial tentang adanya rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dilakukan operator seluler kedua terbesar di Tanah Air itu.
“Tidak ada itu (informasi PHK Massal). Mas dapat darimana infonya. Jika ada, tentu kami akan resmi umumkan,” bantah Group Head of Corporate Communication Indosat Deva Rachman dalam pesan singkat ke IndoTelko, Minggu (1/10).
Dalam pesan berbentuk gambar yang IndoTelko dapatkan tertulis informasi tentang Indosat mengalami darurat massal PHK dan ketakutan dari aksi tersebut tak mengacu ke Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disepakati para karyawan dengan manajemen.
Pesan itu mengingatkan juga nasib karyawan Indosat yang mengelola portal cipika.co.id dan Dompetku yang mengalami PHK.

Kala hal ini dikonfirmasi, Deva mengatakan untuk layanan Cipika.co.id dan Dompetku karena adanya perubahan strategi bisnis.
(Baca:
Tutup Cipika)
“Dampak dari perubahan itu ada yang dapat tawaran paket (pensiun dini) atau dipindahkan ke departemen lain. Kita kan mau kembali ke core bisnis,” katanya. (
Baca:
Dompetku)
Deva menduga, munculnya gambar provokatif di media sosial tentang isu PHK di perusahaannya karena ada ketakutan terhadap aksi itu. “Ya, ketakutan memang selalu aka nada, tetapi sebagai pegawai dan professional asal kita bagus dimanapun pasti bisa survive,” tutupnya.
Asal tahu saja, Indosat menutup layanan eCommerce Cipika dan mengalihkan Dompetku ke PayPro karena ingin fokus menggarap bisnis seluler.
(Baca:
Kontrak Alexander Rusli)
Ooredoo pun sudah memutus kontrak Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli per 31 Oktober 2017 dan dikabarkan tengah mencari kandidat pengganti.(dn)