Sinergi dengan DCI dan Equinix, British Telecom tawarkan private cloud

07:05:55 | 18 Nov 2016
Sinergi dengan DCI dan Equinix,  British Telecom tawarkan private cloud
ilustrasi
JAKARTA (IndoTelko) –  British Telecom (BT) mulai menawarkan layanan private cloud di Indonesia.

Aksi menawarkan private cloud bisa dilakukan BT berkat menggandeng DCI Indonesia (penyedia layanan data center tier-IV pertama di Asia Tenggara) dan Equinix (mitra DCI yang menawarkan layanan interkoneksi premium).

Dengan menggunakan solusi private cloud BT yang merupakan bagian dari portfolio BT Compute, kini perusahaan di Indonesia dapat memperoleh manfaat lengkap dari cloud guna mewujudkan transformasi digital mereka, termasuk meluncurkan layanan baru dengan lebih cepat, memitigasi risiko, mengurangi biaya dan fokus pada pertumbuhan bisnis.

BT telah memilih DCI sebagai penyedia data center yang mana kombinasi kemampuan BT dan data center DCI ini memudahkan perusahaan global untuk melebarkan sayapnya ke Indonesia sekaligus mempercepat proses masuk ke pasar, karena mereka tidak perlu lagi menghabiskan uang, waktu dan sumber daya untuk membangun infrastruktur data center sendiri dan menerapkan aplikasi yang critical bagi kelangsungan bisnis.

“Indonesia merupakan pasar yang agresif bagi BT, di mana permintaan akan private cloud dan layanan data center tumbuh dengan cepat di banyak sektor, terutama pada sektor Keuangan, Energi, dan Telekomunikasi. Kolaborasi bersama DCI ini dibangun di atas strategi portfolio Cloud of Clouds kami dan sejalan dengan misi kami untuk menjadi penyedia layanan cloud terdepan di dunia. Solusi ini akan membantu pelanggan BT untuk lebih kompetitif di Indonesia dan di dunia," kata Managing Director BT untuk Asia Tenggara Ron Totton dalam rilisnya, kemarin.

Melalui kolaborasi ini, BT menjadi penyedia layanan IT dan jaringan global pertama yang menawarkan infrastruktur private cloud di Indonesia. Sebagai Point of Presence, BT juga memilih data center DCI. Dengan menggunakan platform BT Private Compute, perusahaan dapat menjalankan beragam kebutuhan, mulai dari jaringan, penyimpanan data hingga komputasi dan keamanan, tanpa perlu berinvestasi untuk membangun infrastruktur cloud mereka sendiri.

DCI Indonesia adalah satu-satunya penyedia layanan data center tier-IV di Indonesia yang menyediakan Service Level Agreement (SLA) paling agresif dengan keandalan sebesar 99.999% melalui konfigurasi infrastruktur ganda, untuk menjamin kelangsungan operasional bisnis yang tanpa gangguan.

“DCI siap untuk mendukung platform BT Private Compute. Dengan infrastruktur DCI yang fault-tolerance, ekosistem industri keuangan yang kuat, dan interkoneksi global melalui Cloud Exchange dari Equinix, kami yakin kolaborasi ini akan menyediakan layanan terbaik untuk pelanggan BT di Indonesia,” ungkap President Director, DCI Marina Budiman.

“Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi BT dan DCI untuk mempercepat kinerja dan peluang bisnis bagi pasar Indonesia. Dengan memanfaatkan interkoneksi global kami dan ekosistem bisnis yang sudah berkembang, pelanggan akan bisa mendapatkan manfaat layanan baru dan inovatif guna membesarkan bisnis mereka,” ujar Managing Director, Equinix untuk Asia Selatan Clement Goh.

Asal tahu saja, tahun lalu, BT mendapatkan izin Siskomdat, yang memungkinkan BT untuk menawarkan portfolio layanan IT berjaringan dan aplikasi kepada pelanggan di Indonesia secara langsung. (Baca juga: Lisensi Siskomdat BT)

BT dinobatkan sebagai Best Managed Services Provider selama lima kali berturut-turut oleh acara tahunan, Telecom Asia Awards. BT juga baru-baru ini diakui selama tiga tahun berturut-turut oleh Gartner Inc di laporan Critical Capabilities 2016 for Network Services in Asia Pacific2, di mana BT mendapatkan skor tertinggi dalam kategori studi kasus Extended Domestic Network, salah satu dari empat studi kasus yang dinilai dalam laporan tesebut.

BT beroperasi di Asia Pasifik sejak tahun 1985. Hong Kong menjadi markas regional untuk operasional BT di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. BT kini mendukung lebih dari 1,000 pelanggan perusahaan dari 26 kantor di seluruh wilayah. (Baca juga: Telkomtelstra garap private cloud)

Masuknya BT ke pasar private cloud menjadikan pesaing dari Telkomtelstra yang lebih dulu menyajikan layanan ini dengan menggandeng Telkomsigma.(id)

Artikel Terkait