Paket Phoenix
Paket Phoenix
telkomsel halo

Arianespace tunda peluncuran BRIsat

08:55:33 | 08 Jun 2016
Arianespace tunda peluncuran BRIsat
Ilustrasi (BRI)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Arianespace mengumumkan penundaan peluncuran BRIsat dalam misi peluncuran VA 230 yang dijadwalkan 8 Juni 2016 waktu Kourou, Guyana Perancis, atau 9 Juni dini hari waktu Indonesia.

Dalam situs resminya, Arianespace menyatakan penundaan terjadi karena terdapat anomali pada satu fluid connector pada roket peluncur. Arianespace menyatakan bahwa satelit yang akan diluncurkan, BRIsat, berada dalam kondisi aman dan status stand-by. Selain BRisat, roket peluncur itu juga membawa satelit  EchoStar XVII.

Sementara dalam pernyataan resmi di situsnya, Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Syam menyatakan dapat memahami keputusan penundaan dari Arianespace yang sudah melewati perhitungkan matang, sehingga peluncuran BRISat akan berlangsung sukses.

“BRI akan terus memantau perkembangan yang dilakukan Arianespace, sampai BRIsat siap diluncurkan, serta menginformasikannya kepada publik. Karena peluncuran dan kehadiran BRIsat adalah untuk melayani negeri,” kata Asmawi.

“Pada prinsipnya kami berharap peluncuran BRIsat berjalan sukses. Namun apabila ada penundaan, apalagi terkait faktor keamanan peluncuran, kami dapat memahami. Karena ini terkait pada mitigasi risiko yang mereka lakukan. Tentunya Arianespace sebagai salah satu  perusahaan peluncur terbesar dunia akan selalu menjaga reputasi. Untuk itu kami serahkan pada pertimbangan Arianespace kapan BRIsat siap untuk diluncurkan,” tambahnya.

Paket Phoenix
Sekadar informasi, persiapan BRIsat menuju orbit sudah lumayan matang. Satelit ini telah melewati Spacecraft Pre-Shipment Review (SPSR) pada awal Mei 2016 sebagai review terakhir sebelum BRIsat dikirimkan ke Launch Site di Kourou, French Guiana. Selain itu juga ada tahapan Final Mission Analysis Review (RAMF), Final Ops dan Mission Readiness Review (RAV). (Baca juga: Persiapan BRIsat)

Dalam catatan, untuk peluncuran sebuah satelit masuk orbit memang tak mudah. Telkom pernah menelan pil pahit pada 2012 dimana satelit Telkom III gagal masuk orbit. Kala itu Telkom mempercayakan peluncuran kepada perusahaan asal Rusia, ISS-Reshetnev. (Baca juga: Satelit Telkom 3)

Sementara satelit Palapa D milik Indosat juga pernah gagal masuk orbit pada 2009 saat diluncurkan dari tempat peluncuran di Xi Chang, Tiongkok. Dua kejadian kegagalan itu tak bisa dilepaskan dari faktor roket yang tak bekerja maksimal.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan