telkomsel halo

Hanya dua peserta yang bertarung di Paket Timur Palapa Ring

07:45:30 | 04 Jun 2016
Hanya dua peserta yang bertarung di Paket Timur Palapa Ring
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – Tender paket timur Palapa Ring hanya menyisakan dua peserta yakni Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom dan Konsorsium XL-Indosat-Alita.

“Kami sudah masukkan proposal sesuai dengan tenggat waktu,” ungkap Direktur Pemasaran Alita Teguh Prasetya kepada IndoTelko, kemarin.

“Kami maju terus. Kita serius kejar proyek ini,” kata Presiden Direktur Smart Telecom Merza Fachys.

Sementara VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan perseroan tak memasukkan proposal karena menimbang sudah membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). “Kami fokus saja dulu menuntaskan SMPCS,” katanya kepada IndoTelko, kemarin.
 
Seperti diketahui, batas akhir penyerahan dokumen untuk tender paket timur adalah 31 Mei 2016 dan akan diumumkan pemenang pada 20 Juni mendatang. Peserta yang lolos prakualifikasi untuk paket timur adalah Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom, Konsorsium XL-Indosat-Alita, dan Telkom.

Kontroversi mengiringi paket yang paling besar dana pembangunananya ini karena pemerintah melakukan perubahan skema kerjasama dan variabel perhitungan investasi jelang batas penyerahan dokumen penawaran.

Rencananya akan dibentangkan jaringan tulang punggung serat optik di 35 kabupaten kota di Indonesia sepanjang lebih kurang 6.224 km di darat dan di laut dengan perkiraan nilai proyek sebesar Rp 5.14 triliun.

Terkait perubahan skema tersebut, Menkominfo Rudiantara menyatakan skema implementasi Palapa Ring paket timur dibagi dua karena secara geografis inland solusi untuk Papua lebih sulit dan kompleks. (Baca juga: Proyek SMPCS dari Telkom)

“Ketidakpastian lebih tinggi untuk Papua dibanding daerah Maluku terutama inland tidak terlalu berat paling banyak submarine cable. Perubahan skema mendadak dari sisi jumlah tidak berubah, jumlah kabupaten yang dicover tidak dirubah. Ini hanya dicoba dilihat bahwa dibuat modular tapi jumlahnya gak berubah dan secara fisik tidak berubah. Paket ini pemenangnya tak akan dibagi dua, nanti lebih kecil lagi,” katanya. (Baca juga: Skema Paket Timur Palapa Ring Diubah)

GCG BUMN
Rudiantara boleh saja berkilah, namun kabar beredar mengatakan perubahan ini justru membuat pertarungan menjadi pemenang di paket ini menjadi lebih mudah ditebak daripada paket barat dan tengah yang memunculkan kejutan. Benarkah demikian? Kita lihat saja nanti.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories