Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Ericsson: Indonesia Belum Termasuk Kategori Mature Market

07:42:16 | 14 Mar 2014
Ericsson: Indonesia Belum Termasuk Kategori Mature Market
Presdir Ericsson Indonesia, Sam Saba (dok. indotelko)
Angkasa Pura 2
Jakarta (Indotelko) - Meski operator Indonesia nantinya akan menggelar layanan LTE, Ericsson memprediksi layanan 3G masih tetap akan menjadi primadona di industri mobile broadband dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan penggelaran LTE tidak lantas membuat Indonesia masuk ke dalam kategori mature market di industri mobile.

"Dalam beberapa tahun ke depan, jaringan data berbasis 3G masih akan mendominasi meski LTE telah masuk ke Indonesia. Hal ini dikarenakan para pengguna seluler masih nyaman menggunakan 3G didukung dengan banyak beredarnya handset dengan harga terjangkau yang masih berbasis 3G di Indonesia," ujar Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Sam Saba di Jakarta (13/3).

Hal ini ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia saja. Beberapa negara yang telah menerapkan LTE pun, dikatakan Sam, masih harus melawan pamor 3G dalam hal penggunaan data.

"Jepang, Korea dan negara yang telah mengimplementasikan LTE masih mengelola pelanggan 3G mereka yang masih menjadi mayoritas. Itu lah mengapa kebanyakan negara yang menggelar layanan LTE lebih memilih untuk wilayah-wilayah dengan trafik data yang tinggi seperti kota-kota besar dan juga area central business district (CBD), dalam arti jumlahnya masih terbatas," papar Sam.

Secara global, lanjutnya, pengguna layanan data internet mobile di akhir 2013 mencapai 8 miliar bahkan lima tahun ke depan penambahannya menjadi 9,3 miliar. Wilayah Asia Pasifik termasuk memiliki pertumbuhan cukup cepat dengan jumlah pengguna 1,3 miliar.

Ditambahan VP Marketing Communication Ericsson, Hardyana Shintawati, 3G memang paling banyak digunakan di Indonesia, apalagi jika dibandingkan 2G, perbedaannya lebih banyak 3G setengah kali lipat. Bahkan saat ini jaringan 2G hanya digunakan oleh operator sebagai penambah kapasitas.

Sibuknya operator untuk meningkatkan jaringan dan kualitas layanan mereka membuat penambahan jumlah pelanggan bukan lagi target nomor satu. Dikatakan Hardyana, operator telekomunikasi saat ini sudah fokus pada user experience.

"Tren ke depannya memang sudah mengarah ke sana. Operator semakin sering membicarakan mengenai bagaimana meningkatkan pengalaman pengguna. Dari sisi teknologi sudah meningkat, KPI nya pun kini sudah berbeda," ujar Hardyana.

Meskipun penetrasi pasar seluler di Indonesia mulai melemah, LTE telah diselenggarakan, dan operator berorientasi pada user experience, Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai pasar yang 'mature'. Kategori mature market menggunakan pengukuran yang berbeda.

"Dikatakan mature market sih belum karena kategori tersebut harus diukur berdasarkan kesiapan infrastruktur, tarif yang terjangkau di semua segmen pengguna, serta level penggunaan ICT di negara tersebut. Biasanya negara dengan kategori mature market memiliki level penggunaan ICT yang lebih sophisticated ketimbang hanya browsing internet dan cek email atau social media," papar Hardyana.

Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Meski begitu, data terbaru dari Ericsson menunjukkan bahwa separuh trafik smartphone LTE di dunia terjadi melalui jaringan Ericsson. Bahkan perusahaan ini menduduki posisi pertama sebagai pemimpin pasar LTE di 100 kota besar di dunia.

Selain itu, posisi nomor satu Ericsson dalam hal layanan dipertegas dengan peluncuran baru Telecom Cloud Transformation, yang menyediakan konsultansi dan integrasi sistem bagi operator. Dengan 43% penjualan Ericsson yang dihasilkan dari layanan, area bisnis ini memainkan peranan kunci dalam transformasi Ericsson sendiri.

Bakti
2014 nanti, setidaknya ada 5 tren baru yang diprediksi akan muncul di industri mobile broadband menurut Ericsson. Pertama adalah dorongan terhadap gaya hidup digital, industri yang tengah bertransformasi, data yang menimbulkan model bisnis baru, fokus terhadap pengalaman pelanggan, dan keharusan terhadap kinerja jaringan yang unggul. Bahkan nantinya diprediksi trafik video mobile akan mencapai lebih dari 75% dan secara global kemungkinan throughput mobile data setidaknya mencapai 1Mbps. (ss)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year