Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Realisasi Program IndiSchool Telkom Baru 18%

14:08:00 | 18 Aug 2013
Realisasi Program IndiSchool Telkom Baru 18%
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui direktorat Enterprise & Business Service baru bisa merealisasikan kehadiran IndiSchool di 17.845 sekolah atau 18% dari target 100 ribu sekolah hingga pertengahan Agustus 2013.

Indonesia Digital School (IndiSchool)  merupakan program Telkom menyediakan akses Internet WiFi yang mudah, murah dan berkecepatan tinggi di sekolah-sekolah. Investasi yang dikeluarkan untuk satu sekolah itu sekitar Rp 10-Rp 15 juta mengingat ada sekitar tiga hingga lima access point yang dibangun.

Payung besar dari IndiSchool adalah program Indonesia Digital Network (IDN).  IDN  merupakan visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end (user terminal, akses, transport dan service) yang akan dicapai melalui pembangunan tiga infrastruktur utama, yakniID Access, ID Ring, dan ID Convergence.

“Bertepatan dengan hari kemerdekaan RI ke-68 sudah 17.845 sekolah yang dilayani IndiSchool. Angka yang unik sebagai bentuk mahakarya Telkom bagi Indonesia,” ungkap Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin di SMAN 1 Rengasdengklok akhir pekan kemarin.

SMAN 1 Rengasdengklok merupakan sekolah ke 17.845 yang menikmati program IndiSchool.

Strategi Pengembangan
Dijelaskan Awaluddin, tahapan implementasi program Indischool ini menggunakan strategi 3C, yakni Connectivity, Content dan Community. Connectivity adalah penggelaran infrastruktur akses WiFi ke 300.000 sekolah pada tahun 2015.

Sedangkan Content adalah penyiapan Indonesia Cloud of Knowledge, edu-cloud dengan fasilitas public cloud di dalamnya, dengan target 1.000 content pendidikan pada tahun 2015.

Adapun, Community, yakni pengelolaan Indischool Smart Community via Super Portal, dengan target satu juta  user/komunitas di tahun 2015.
"Ketiga tahapan tersebut menjadi acuan bagi Telkom dalam mensukseskan program Indischool bagi dunia pendidikan Indonesia hingga 2015," tambahnya.

Evaluasi Kinerja
Sebelumnya, kala acara berbuka bersama dengan awak media pada akhir Juli 2013, Awaluddin membuka dapur dari IndiSchool.

Program yang dimulai pada Januari 2013 ini awalnya hadir di 2.381 sekolah dimana ada 9.468 pengguna dan pendapatan bagi Telkom sekitar Rp 16,324 juta.

Pembangunan akses ke sekolah mulai kencang pada April 2013 dimana berhasil mencapai 10.079 sekolah dengan  71.654 pengguna, tetapi untuk pendapatan masih minim di Rp 53.373 juta.

Hingga periode Mei ke Juli, Telkom sepertinya agak melambat dalam pembangunan akses WiFi ke sekolah dimana hanya ada tambahan 5.645 sekolah alias terdapat 15.724 sekolah dengan 77.241 pengguna. Namun dari sisi pendapatan mulai ada lompatan dimana pada Juli sudah menghasilkan Rp 669,297 juta.

Jika dilihat pendapatan yang secuil untuk operator sekelas Telkom sebagai konsekuensi menawarkan paket denominasi ramah kantong ke ke pelanggan yang dimulai dari  Rp 1.000/hari, Rp 20 ribu/bulan, dan Rp 100 ribu/semester untuk menikmati akses internet di sekolah.
 
Sekadar catatan, direktorat Enterprise and Business Services  memasukkan IndiSchool dalam program Indonesia digital society (Indiso) dimana dua kegiatan lainnya adalah IndiPreneur dan IndiFinance. Ketiga program ini targetnya menghasilkan omzet sekitar Rp 50 miliar pada akhir tahun nanti.

IndiPreneur  berhasil menjaring lebih dari 40 ribu pengusaha UKM di 29 propinsi dengan total transaksi online sebesar Rp 1,2 miliar. Per Juli 2013, terhitung pendapatan yang di dapat  dari IndiPreneur mencapai  Rp 2,9 miliar.
 
IndiFinance telah menggandeng hampir 37.000 outlet perbankan elektronik dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 15 % per bulan dan menghasilkan pendapatan Rp  4,9 miliar

Jika dilihat, hingga Juli lalu ketiga program Indiso secara omzet belum menembus realisasi angka psikologis yakni 50% dari target. Kalkulasi sederhana, baru sekitar 16% dari target Rp 50 miliar yang tercapai.

Kala disampaikan kalkulasi ini, Awaluddin menanggapi dengan santai. “Memang jika dilihat hingga semester pertama realisasi dari target masih rendah. Tetapi ini kan sedang tahap membangun. Kita optimistis untuk segmen ini akan tercapai targetnya,” katanya.

Akankah Awaluddin mampu mencapai target yang dicanangkannya itu? Kita lihat saja di akhir tahun nanti.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year