telkomsel halo

Efektivitas e-money Masih Rendah

12:53:07 | 01 Jul 2013
Efektivitas e-money Masih Rendah
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Efektivitas penggunaan uang digital (e-money) di Indonesia ternyata masih rendah walau jumlah uang yang beredar terus meningkat.

Data yang dipaparkan Bank Indonesia untuk  periode April 2013 adalah jumlah e-money yang beredar di Indonesia mencapai 24,92 juta unit meningkat 55,9% dibandingkan periode sebelumnya.

Namun jika dilihat dari efektivitas penggunaan ternyata belum tinggi. Pada April 2013 volume transaksi e-money hanya 11,38 juta kali. Sedangkan volume transaksi selama setahun mencapai 125,46 juta kali dengan nilai Rp 2,43 triliun.

Kesimpulannya, dari dua kartu yang beredar hanya satu yang digunakan rutin oleh pemiliknya selama sebulan. Saat ini Indonesia memiliki 17 penerbit e-money terdiri atas 9 bank, sisanya di luar bank seperti operator telekomunikasi.

Dari perbankan bisa disebut nama-nama seperti  Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank DKI Bank Mega. Sedangkan non bank diantaranya  Telkom, Telkomsel, Syke Sab Indonesia, Indosat, XL Axiata, Finnet Indonesia, dan Artajasa Pembayaran Elektronis.

Kabar beredar mengatakan BI  berencana mewajibkan penyelenggara e-money memiliki modal disetor. Modal sebagai   bentuk komitmen  dan keseriusan penyelenggara dalam menjalankan bisnis.

Nilainya, bagi perbankan  mencapai Rp 40 miliar - Rp 50 miliar dan non-bank sebesar Rp 20 miliar. Modal ini akan digunakan sebagai investasi awal penyelenggara dalam membangun infrastruktur dan teknologi, server based serta investasi kartu.

Pelaku usaha sendiri mendorong konsep eksklusif dalam menggandeng mitra tak lagi diadopsi khususnya untuk transaksi yang bisa mendorong penggunaan seperti transportasi.

Bidik e-commerce
Di sisi lain, pemain dari perbankan pun terlihat kian agresif menggenjot transaksi menggunakan e-money dengan membidik segmen e-commerce.

Hal ini ditunjukkan Bank Mandiri dengan memperluas kartu debitnya melayani   transaksi e-Commerce.  

“Sebelumnya e-commerce itu hanya dilayani kartu kredit. Sekarang juga bisa di debit card,” kata Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi, belum lam ini.

Untuk memberikan kenyamanan kepada nasabah, Bank Mandiri   bakal memberikan kenyamanan transaksi dengan jaminan keamanan mellaui mekanisme Verified by Visa (VbV/3D Secure) dan One Time Password.

Mandiri debit ini menjadi kartu debit Visa pertama di Indonesia yang menggunakan mekanisme VbV dalam transaksi online (eCommerce) pada situs merchant (toko online) yang juga telah memiliki sertifikasi Visa.

"Nasabah tidak perlu melakukan permintaan aktifasi layanan jika melakukan transaksi online. Yang harus diperhatikan nasabah pemilik kartu Mandiri Debit agar dapat bertransaksi online adalah kartunya aktif dan nomor handphone-nya terdaftar pada sistem bank," jelas Hery.

Pada saat bertransaksi online, nasabah hanya perlu memasukan nomor kartu Mandiri Debit yang terdaftar di sistem Bank Mandiri.Selanjutnya sistem dari bank milik pemerintah ini akan mengirimkan Password/Authorization Code ke nomor handphone yang telah didaftarkan.Guna otentifikasi transaksi, nasabah kemudian memasukkan password code tersebut pada layar konfirmasi yang muncul pada layar transaksi.

"Hingga bulan Maret 2013, frekuensi transaksi nasabah menggunakan Mandiri Debit mencapai 11 juta transaksi, tumbuh 38% dari Maret 2012 hanya sebesar 7,9 juta transaksi. Sedangkan volume transaksi nasabah pada periode yang sama tercatat naik 54% menjadi Rp 7,6 triliun dari Rp 5 trilun pada Maret 2012,"katanya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year