telkomsel halo

Indosat: Tahun ini Tak ada Penjualan Menara!

11:22:22 | 19 Jun 2013
Indosat: Tahun ini Tak ada Penjualan Menara!
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (ISAT) menegaskan tak akan melepas 1.500 menara telekomunikasi miliknya hingga proses modernisasi 25 ribu Base Transceiver Station (BTS) hingga akhir tahun ini selesai.

“Soal menara, saya tegaskan, tidak ada penjualan tahun ini. Kami akui banyak yang datang langsung atau melalui orang melakukan lobi agar Indosat melepas 1.500 menaranya. Tapi saya tegaskan, tahun ini tak ada penjualan,” tegas President Director & CEO Indosat Alexander Rusli usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), kemarin.

Dijelaskannya, alasan perseroan tak melepas menara yang dimilikinya karena dalam proses modernisasi jaringan, menara yang dimiliki dimaksimalkan utlisiasinya. “Semua peralatan dinaikkan ke atas dalam modernisasi. Jika menara masih menjadi milik Indosat, tentu kita memiliki otoritas penuh. Kalau dilepas menaranya, modernisasi bisa terkatung-katung,” jelasnya.

Diakuinya, walau ada aturan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait bisnis menara oleh operator pada 2015 dimana tidak boleh ada unsur kepemilikan asing, namun masih ada waktu dua tahun untuk kajian pelepasan.

“Waktunya masih panjang, banyak bisa terjadi nanti. Tetapi kita harus paham, kalau modernisasi kita selesai, secara tenancy ratio itu kurang seksi bagi penyedia menara mengingat spot yang bagus kita kuasai,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Indosat   baru   merampungkan sekitar 30%-40% dari rencana modernisasi jaringan. Lambatnya proses modernisasi karena terkendala pekerjaan sipil.
 
Saham TBIG
Sementara itu, terkait isu pelepasan kepemilikan 5% saham yang dimiliki Indosat di  di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) usai masa lock up period pada Agustus nanti, Alex mengatakan, perseroan masih menikmati terus naiknya harga saham dengan kode TBIG itu.

“Memang masa lock up period habis pada Agustus nanti. Tetapi kita tengah enjoy dengan naiknya harga saham TBIG. Kalau dilepas sekarang rugi dong. Baiknya kita tunggu saja sampai kapan naiknya,” katanya.

Pada perdagangan Rabu (19/6) saham  TBIG  dibuka di kisaran Rp 4.850.

Saham 5% yang dimiliki Indosat di TBIG sebagai bagian dari kompensasi penjualan 2.500 menara ke perusahaan penyedia menara itu tahun lalu.
Nilai transaksi menara-menara itu sekitar US$  406 juta (sebelum dikenakan beberapa penyesuaian harga).

Dari total nilai akuisisi tersebut, sebesar 17,98% atau US$ 73 juta  dibayar dalam bentuk saham. Artinya,   Indosat   memiliki 239,82 juta saham atau setara 5% saham baru yang diterbitkan TBIG.

Presiden Direktur  Tower Bersama Infrastructure Herman Setya Budi saat paparan publik beberapa waktu lalu menegaskan tak khawatir jika Indosat melepas 5% saham yang dimilikinya.
 
"Masalah mau lepas atau tidak itu terserah Indosat. Investor itu melihat kinerja operasional dan profitabilitas satu perusahan, bukan siapa yang mau melepas saham. Apalagi menara Indosat masih di Tower Bersama," katanya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year